Rote Ndao, NTT – TombakRakyat.com Semangat kebersamaan dan sinergitas lintas sektor mewarnai pelaksanaan Semiloka Penyusunan Modul Pertanian Cerdas Iklim yang berlangsung pada 9–10 Maret 2026 di Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi tantangan perubahan iklim di sektor pertanian.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari jajaran Polres Rote Ndao, instansi terkait, organisasi masyarakat, hingga kelompok Bhayangkari. Melalui semiloka ini, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai konsep pertanian cerdas iklim, pengelolaan lahan berkelanjutan, serta berbagai inovasi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Partisipasi aktif Bhayangkari Cabang Rote Ndao menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan ini. Mereka terlibat langsung dalam praktik pembuatan pupuk organik sebagai bentuk dukungan terhadap program Satgas Swasembada Pangan Polres Rote Ndao. Pupuk organik tersebut dibuat dari bahan alami seperti kotoran hewan, sisa makanan, serta campuran bahan N4 yang difermentasi selama 14 hari pada suhu ruang.

Diskusi interaktif pun terjadi saat peserta mengajukan pertanyaan mengenai ciri pupuk organik yang telah siap digunakan. Pemateri menjelaskan bahwa pupuk yang matang ditandai dengan bau yang tidak menyengat, warna lebih gelap, tekstur halus, serta suhu bahan yang sudah kembali normal.
Menariknya, salah satu peserta mengusulkan penggunaan air kelapa untuk mempercepat proses fermentasi. Bhayangkari menanggapi bahwa air kelapa memang kaya gula alami, mineral, dan mikroorganisme yang dapat mendukung aktivitas bakteri pengurai.
Melalui inovasi sederhana namun berdampak besar ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan limbah organik secara bijak. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, organisasi masyarakat, dan Bhayangkari menjadi energi bersama untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dan swasembada pangan di Rote Ndao.












