TOMBAK RAKYAT.COM ,KENDAL – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, meninjau langsung Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Lapas Terbuka Kelas II B Kendal, Jawa Tengah, pada Rabu (11/2/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk mematangkan pengembangan program pertanian terintegrasi sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan yang menjadi bagian dari program Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kunjungannya, Menteri Agus didampingi oleh anggota Komisi XIII DPR RI untuk melihat berbagai fasilitas budidaya yang tengah dikembangkan.
Program ini tidak hanya bertujuan mengoptimalkan lahan tidur (idle) yang sebelumnya menjadi temuan BPK, tetapi juga sebagai sarana pembinaan produktif bagi warga binaan.

“Harapannya model pertanian ini bisa dikembangkan di lapas-lapas lain dengan skala yang lebih besar.
Kami ingin memberikan kontribusi nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar,” ujar Agus Andrianto di sela-sela peninjauan.
Konsep pertanian terintegrasi di Lapas Terbuka Kendal menerapkan sistem siklus tertutup yang memadukan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan guna menciptakan efisiensi tanpa limbah.
Beberapa komoditas unggulan yang sedang dikembangkan meliputi:
- Pertanian: Pengembangan dua unit nethouse untuk budidaya melon premium yang ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026.
- Perikanan: Budidaya ikan nila merah dan hitam salin pada tiga unit kolam tanah dengan kapasitas 100 ribu ekor per kolam, serta pemanfaatan Azolla sebagai pakan alternatif.
- Peternakan: Budidaya 6.000 ekor ayam kampung super (joper) dengan pengelolaan pakan terkontrol untuk menjamin kualitas ternak.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak ahli, Kementerian Imipas berharap Lapas Terbuka Kendal dapat menjadi percontohan nasional dalam mencetak warga binaan yang memiliki keahlian agribisnis sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.












