SURAKARTA, TOMBAKRAKYAT.com — Sekitar 80 warga dari berbagai usia berkumpul di Pendopo Loji Gandrung, Kamis Pon malam. Mereka mengikuti meditasi rutin yang digelar Forum Meditasi Indonesia (Fortasi).
Menariknya, cukup banyak anak muda yang baru pertama kali mencoba meditasi.
Dipandu Barata Sena, peserta diajak tidak mempersoalkan benar atau salah dalam proses meditasi. Setiap orang cukup mengikuti proses dan merasakan apa yang muncul dalam dirinya.
“Dalam meditasi tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Jalani saja prosesnya, karena setiap orang bisa merasakan sesuatu yang berbeda,” ujar Barata Sena.
Pengalaman peserta pun beragam. Ada yang merasa tubuhnya ringan, ada yang merasakan ketenangan mendalam, hingga sensasi berbeda saat mengikuti hitungan meditasi.
Barata Sena kemudian memberi gambaran sederhana: seperti minum kopi di HIK. Saat baru disajikan terasa panas, beberapa menit kemudian hangat, dan lama-lama dingin. Kopinya tetap sama, tetapi rasa yang dirasakan berubah.
“Cangkir dan kopinya tetap sama, tetapi perasaan kita terhadap kopi itu berubah. Begitu juga dalam meditasi,” jelasnya.
Menurut Barata Sena, meditasi bukan soal mengejar sensasi tertentu, melainkan melatih fokus, menjernihkan pikiran, dan menemukan ketenangan batin.
Fortasi menggelar kegiatan ini setiap Kamis Pon di Pendopo Loji Gandrung, dengan dukungan Walikota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto, S.H., M.Kn.










