TNI & POLRIBERITATECHNOLOGI & PENDIDIKAN

Kodim 0614/Kota Cirebon Berangkatkan 40 Santri Ikuti Pendidikan KKRI di Bandung

32
×

Kodim 0614/Kota Cirebon Berangkatkan 40 Santri Ikuti Pendidikan KKRI di Bandung

Sebarkan artikel ini

Kota cirebon, TombakRakyat.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0614/Kota Cirebon memberangkatkan sebanyak 40 santri dari sejumlah pondok pesantren untuk mengikuti kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) III/Siliwangi, Bandung, Jumat (17/4/2026).

Para peserta yang merupakan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat itu akan menjalani pendidikan dan pelatihan selama tiga hari di lingkungan pendidikan Dodikjur Rindam III/Siliwangi. Program tersebut mencakup pembekalan materi bela negara, kedisiplinan, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan.

Baca Juga  Patroli KRYD Polsek Metro Penjaringan Sisir Titik Rawan, Cegah Tawuran dan Kejahatan Jalanan

Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan generasi muda, khususnya kalangan santri, agar memiliki karakter kuat, disiplin, serta semangat cinta tanah air.

“Melalui kegiatan KKRI ini, para santri diharapkan dapat menambah wawasan, meningkatkan kedisiplinan, serta memiliki semangat bela negara yang kuat sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

Baca Juga  Ruwahan Massal Desa Jaten Digelar di Dua Makam, Kolaborasi dengan Sanggar Wayang Kulit

Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara TNI dan pondok pesantren dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme.

Selama mengikuti kegiatan, para santri dijadwalkan menerima pelatihan dasar seperti peraturan baris-berbaris (PBB), pembinaan mental dan karakter, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan. Materi tersebut dirancang untuk membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan.

Baca Juga  TNI Hadirkan Dapur Umum Di Sayurmatinggi: Pastikan Warga Terdampak Banjir Tak Kelaparan  

Sejumlah pengamat pendidikan menilai, kegiatan berbasis pelatihan karakter seperti ini dapat menjadi pelengkap pendidikan formal, selama dilaksanakan secara proporsional dan tetap mengedepankan prinsip edukatif serta keselamatan peserta.

Dengan mengikuti program ini, para santri diharapkan dapat kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman dan pengetahuan baru, serta menjadi teladan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *