JAKARTA – TombakRakyat.com Dukungan terhadap pengajuan Judicial Review Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Rabu siang (13/5/2026), kawasan depan Gedung Mahkamah Konstitusi dipenuhi peserta aksi damai yang tergabung dalam gerakan Dharma Pembela Rakyat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengujian undang-undang tersebut.
Kehadiran unsur masyarakat sipil, relawan, aktivis, hingga organisasi bantuan hukum menunjukkan bahwa isu kesehatan nasional masih menjadi perhatian serius publik. Salah satu tokoh yang turut hadir dalam agenda tersebut ialah Ketua DPD FERADI WPI DKI Jakarta, Harriani Bianca Daryana atau yang akrab disapa Ibu Bianca.
Dalam keterangannya kepada awak media, Bianca menegaskan bahwa kehadiran FERADI WPI bukan hanya sebatas simbol dukungan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan setiap kebijakan negara tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
“FERADI WPI siap mengawal Pak Dharma Pongrekun dalam Judicial Review atas UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Kami memandang perjuangan ini bukan sekadar persoalan hukum biasa, tetapi menyangkut keselamatan jiwa rakyat Indonesia, hak konstitusional masyarakat, serta masa depan pelayanan kesehatan nasional,” tegas Bianca di sela aksi damai tersebut.
Pernyataan itu mendapat respons positif dari peserta aksi. Banyak pihak menilai sikap Bianca mencerminkan kepemimpinan yang responsif terhadap dinamika sosial dan keresahan masyarakat.
Seruan Konstitusional dan Jalur Hukum Damai
Sebelumnya, undangan terbuka kepada elemen Dharma Pembela Rakyat telah beredar untuk mengajak masyarakat hadir mengawal proses pengajuan Judicial Review di Mahkamah Konstitusi. Dalam seruan tersebut, masyarakat diajak menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan tetap menghormati proses hukum yang berlaku.
Menurut Bianca, langkah Judicial Review merupakan mekanisme konstitusional yang sah dalam negara demokrasi. Ia menilai masyarakat memiliki hak untuk menguji regulasi yang dianggap menimbulkan kekhawatiran atau berdampak luas terhadap kepentingan publik.
“Bangsa ini dibangun di atas semangat musyawarah, kritik yang konstruktif, dan penghormatan terhadap konstitusi. Karena itu, perjuangan melalui Judicial Review adalah langkah yang elegan, legal, dan bermartabat. Kita harus mengedepankan argumentasi hukum, bukan emosi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban umum, menghormati aparat keamanan, dan menghindari segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu tujuan utama perjuangan hukum tersebut.
Bianca Dinilai Hadirkan Wajah Humanis FERADI WPI
Kehadiran Bianca di tengah aksi tersebut turut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Sejumlah peserta aksi menilai Ketua DPD FERADI WPI DKI Jakarta itu mampu menghadirkan citra organisasi advokat yang humanis, terbuka terhadap aspirasi rakyat, dan dekat dengan persoalan sosial masyarakat.
Di tengah dinamika hukum nasional yang semakin kompleks, Bianca dinilai mampu memadukan ketegasan sikap, pemahaman hukum, dan empati sosial dalam kepemimpinannya.
Dalam arahannya kepada relawan dan simpatisan, Bianca juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam perjuangan hukum.
“Jangan pernah lelah membela kebenaran. Jangan pernah takut menyuarakan aspirasi rakyat selama dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai hukum. Integritas adalah fondasi utama perjuangan. Ketika hati kita berpihak kepada kepentingan rakyat, maka perjuangan itu akan selalu menemukan jalannya,” tuturnya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan peserta aksi yang hadir di lokasi.
Dorong Evaluasi Sistem Kesehatan Nasional
Lebih lanjut, Bianca berharap proses Judicial Review ini dapat menjadi momentum evaluasi bersama terhadap sistem kesehatan nasional. Menurutnya, setiap kebijakan kesehatan harus benar-benar menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sipil dalam mengawal kebijakan publik merupakan bagian penting dari demokrasi partisipatif.
“Kita semua tentu ingin Indonesia memiliki sistem kesehatan yang kuat, adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat. Karena itu mari kita kawal bersama dengan pikiran jernih, data yang valid, serta semangat persatuan. Jangan mudah terpecah oleh narasi kebencian,” katanya.
Bianca mengingatkan masyarakat agar tetap mengedepankan literasi hukum, etika demokrasi, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
DPP FERADI WPI Berikan Dukungan Penuh
Menanggapi kesiapan DPD FERADI WPI DKI Jakarta dalam mengawal Judicial Review UU Kesehatan, Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang dilakukan DPD FERADI WPI Jakarta.
Ia menegaskan bahwa DPP FERADI WPI akan memberikan support organisasi serta menyiapkan tim pendukung guna membantu proses pengawalan hukum yang dilakukan DPD FERADI WPI DKI Jakarta.
“Perjuangan hukum harus tetap berada dalam koridor konstitusi dan kepentingan rakyat. DPP FERADI WPI mendukung penuh langkah DPD FERADI WPI Jakarta dalam mengawal proses Judicial Review ini secara profesional, damai, dan bermartabat,” ujar Donny Andretti.
Di akhir keterangannya, Bianca kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjaga persatuan bangsa meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu kebijakan.
“Mari kita rawat persatuan bangsa ini. Perjuangan boleh berbeda, pandangan boleh tidak sama, tetapi tujuan kita tetap satu, yaitu Indonesia yang adil, sehat, bermartabat, dan melindungi seluruh rakyatnya. Jangan pernah berhenti mencintai negeri ini dengan cara-cara yang bermartabat,” pungkasnya.












