Oleh ; M.Fathurahman
Prolog /Pengantar
Dalam pandangan budayawan senior Butet Kartaredjasa, kebudayaan dan peradaban bukan sekadar aspek pelengkap, melainkan fondasi krusial bagi integritas dan kemajuan suatu daerah.
Beliau sering menekankan bahwa pembangunan sejati haruslah berpusat pada manusia seutuhnya, sebuah visi yang berakar kuat pada pemahaman sejarah dan kearifan lokal, bukan sekadar pembangunan fisik yang artifisial.
Menggali Akar Sejarah untuk Pembangunan Manusia Seutuhnya
Determinasi pandangan Butet terhadap peran budaya berawal dari keyakinan bahwa sejarah adalah guru terbaik.
Sejarah bukan hanya catatan masa lalu, tetapi sumber nilai, etos, dan identitas yang membentuk karakter masyarakat lokal.
A.Jati Diri:
Memahami sejarah membantu masyarakat sebuah daerah menemukan jati diri mereka, yang esensial untuk membangun rasa kebanggaan dan kepemilikan terhadap tanah airnya.
B.kearifan Lokal :
Sejarah kaya akan kearifan lokal dan solusi adaptif terhadap tantangan zaman, yang dapat diintegrasikan ke dalam strategi pembangunan modern.
C.Pendidikan Karakter:
Butet percaya bahwa seni dan budaya dapat menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika, yang sangat diperlukan untuk membentuk manusia seutuhnya—individu yang cerdas, berintegritas, dan kreatif.
Seniman sebagai Pengingat dan Penggerak
Butet memandang seniman dan budayawan sebagai “ban serep” yang sering terlupakan, padahal mereka memiliki peran vital sebagai katalisator dan pengingat bagi kekuasaan.
D.Kritik Sosial:
Melalui karya seni, seniman dapat memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan pembangunan yang mengabaikan aspek manusiawi dan budaya lokal, seperti pembangunan yang hanya fokus pada infrastruktur tanpa akar budaya.
E.Apresiasi Budaya:
Seniman menggerakkan masyarakat untuk mengapresiasi dan melestarikan budaya mereka sendiri, menjadikannya bagian hidup dari pembangunan, bukan sekadar objek wisata.
F.Partisipasi Aktif:
Keterlibatan aktif seniman dalam ruang publik mendorong partisipasi masyarakat luas dalam diskusi arah pembangunan daerah mereka.
Kenapa Ini Penting?
Pembangunan yang mengabaikan dimensi budaya dan sejarah cenderung rapuh dan tidak berkelanjutan, berisiko menciptakan masyarakat yang tercerabut dari akarnya dan kehilangan arah.
Dengan mengedepankan visi Butet, sebuah daerah dapat mencapai kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan, di mana masyarakatnya berkembang secara holistik—baik secara material maupun spiritual—mewujudkan pembangunan manusia seutuhnya.












