BERITA

Konsorsium Caritas Bekali Pengurus Koperasi dengan Manajemen dan Keuangan

22
×

Konsorsium Caritas Bekali Pengurus Koperasi dengan Manajemen dan Keuangan

Sebarkan artikel ini

MEDAN, TOMBAKRAKYAT.com Memperkuat kelembagaan koperasi tidak cukup hanya dengan membentuk pengurus dan mengumpulkan anggota. Koperasi membutuhkan tata kelola organisasi yang baik, manajemen yang tertib, serta pengelolaan keuangan yang sehat agar mampu berkembang dan memberikan manfaat bagi anggotanya.

 

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Konsorsium Caritas melalui Pelatihan Manajemen Organisasi, Pembukaan, dan Keuangan Koperasi yang berlangsung selama lima hari, 7–11 September 2026, di Aula Yayasan Caritas KAM, Jalan Sei Asahan, Kota Medan, Sumatera Utara.

 

Kegiatan ini mempertemukan para pengurus dan pendamping koperasi dari sejumlah wilayah. Peserta terdiri dari Koordinator Lapangan dari Petra, SRI Indonesia, dan Caritas KAM, serta pengurus CU PSPP dari Kabanjahe, pengurus Koperasi Produsen Luat Sipirok dari Kabupaten Tapanuli Selatan, dan pengurus KSU Komanja dari Kabupaten Mandailing Natal.

Baca Juga  Kemanunggalan TNI Dan Masyarakat Sudah Terlihat Saat Pra TMMD Reguler Ke - 127

 

Pelatihan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola koperasi. Mulai dari aspek organisasi, proses pembukaan atau pengembangan kelembagaan, hingga pengelolaan keuangan yang menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan koperasi.

 

Penanggung jawab kegiatan dari Konsorsium Caritas, Todo A Pasaribu, menjadi bagian dari proses pendampingan kegiatan tersebut. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membawa pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan dalam koperasi masing-masing.

 

Suasana pelatihan pun mendapat respons positif dari peserta. Mereka mengaku senang dan puas karena mendapatkan tambahan pengetahuan yang dinilai relevan dengan kebutuhan koperasi di lapangan.

Baca Juga  May Day Dirayakan dengan Ajang Apresiasi

 

Ketua Koperasi Produsen Luat Sipirok, Mansur Batubara, mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pengurus koperasi, terutama dalam menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengelolaan koperasi.

 

“Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Mudah-mudahan ilmu dan pengetahuan yang kami dapatkan bisa diaplikasikan dalam koperasi nantinya,” ujar Mansur.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Konsorsium Caritas yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

 

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Konsorsium Caritas yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan ini,” katanya.

 

Menurut Mansur, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan menjadi bekal bagi pengurus untuk memperbaiki dan mengembangkan tata kelola koperasi. Sebab, koperasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh besarnya jumlah anggota, tetapi juga oleh kemampuan pengurus dalam mengelola organisasi secara profesional dan transparan.

Baca Juga  Zakłady sportowe bez depozytu: kluczowe czynniki sukcesu

 

Pelatihan lima hari ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan di ruang kelas. Ilmu yang diperoleh peserta harus dibawa pulang, diterapkan dalam rapat pengurus, administrasi, pelayanan anggota, hingga pengelolaan keuangan koperasi.

 

Dengan demikian, pelatihan bukan sekadar menambah sertifikat atau catatan kehadiran. Lebih dari itu, menjadi langkah untuk membangun koperasi yang semakin tertib, profesional, mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.

 

Lima hari belajar di Medan, harapannya bukan lima hari kemudian lupa. Ilmunya harus ikut pulang bersama peserta, masuk ke koperasi masing-masing, dan terlihat dalam cara pengurus bekerja.

Penulis: Irwan Alimuddin Batubara, S.Sos.