SUMENEP, TOMBAKRAKYAT. com —Krisis air bersih melanda warga Dusun Gendang, Desa Gendang Barat, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. Selama sekitar setengah bulan, warga kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi semakin berat setelah HIPPAM yang selama ini menjadi salah satu sumber air masyarakat tidak berfungsi normal. Warga pun terpaksa mencari sumber alternatif, termasuk memanfaatkan sumur tradisional yang airnya keruh.
Zaidun, salah satu warga Dusun Gendang, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar setengah bulan.
“Sudah sekitar setengah bulan kami kesulitan mendapatkan air bersih. HIPPAM yang selama ini menjadi penopang sudah tidak berfungsi dengan normal,” ujar Zaidun, Sabtu (12 September 2026).
Menurutnya, warga kini mengandalkan sumur tradisional untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga meski kualitas airnya keruh.
“Sekarang memanfaatkan sumur tradisional untuk kebutuhan sehari-hari, walaupun airnya keruh,” ungkapnya.
Persoalan semakin menjadi sorotan karena hingga kini warga Dusun Gendang mengaku belum menerima bantuan air bersih.
“Belum ada. Bantuan hanya fokus di dusun sebelah,” katanya menjelaskan, ketika ditanya soal bantuan.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama terkait pemerataan penanganan krisis air. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga warga yang sudah berhari-hari kesulitan dan terpaksa menggunakan air sumur keruh perlu segera mendapat bantuan. Pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait perlu turun langsung memetakan wilayah terdampak dan memastikan distribusi air diberikan berdasarkan tingkat kebutuhan, bukan hanya terpusat di wilayah tertentu.

Dalam waktu bersamaan, persoalan HIPPAM juga perlu segera ditangani. Bantuan air dapat menjadi solusi darurat, tetapi perbaikan sistem penyediaan air menjadi langkah penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan setiap kali terjadi gangguan. Pemerintah perlu mencari penyebab HIPPAM tidak berfungsi normal dan memastikan sistem tersebut kembali berjalan sehingga kebutuhan air warga dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Warga Menunggu Tindakan
Warga Dusun Gendang berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata, baik melalui distribusi air bersih maupun perbaikan HIPPAM.
Krisis yang telah berlangsung sekitar setengah bulan, ditambah kondisi warga yang terpaksa menggunakan air sumur keruh, menjadi tanda bahwa persoalan ini membutuhkan penanganan segera.
Masyarakat tidak meminta lebih dari pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Yang dibutuhkan adalah air bersih saat ini dan sistem penyediaan air yang dapat diandalkan ke depannya.
Bagi warga Dusun Gendang, persoalan air tidak bisa terus dibiarkan berlarut-larut. Mereka kini menunggu tindakan nyata pemerintah agar kebutuhan air bersih dapat kembali terpenuhi secara layak dan merata.












