BERITA

Reses Joko Siswanto di Jatinom, Sosialisasikan Raperda Pilkades Dan BPD untuk Jaga Kondusivitas di Tingkat Dukuh

14
×

Reses Joko Siswanto di Jatinom, Sosialisasikan Raperda Pilkades Dan BPD untuk Jaga Kondusivitas di Tingkat Dukuh

Sebarkan artikel ini

Klaten,TombakRakyat.com _ Anggota DPRD Kabupaten Klaten dari Fraksi PDI Perjuangan, Joko Siswanto menggelar kegiatan reses dan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat di tingkat bawah, khususnya di tingkat dukuh, memahami aturan dan turut menjaga situasi tetap kondusif. Kegiatan tersebut digelar bersama konstituennya digedung serba guna Candra Kirana , Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten pada Minggu malam (25/10/26).

Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh masyarakat, ketua RW, ketua RT, dan warga Dukuh, Joko Siswanto menjelaskan bahwa Raperda Pilkades dan BPD ini disusun untuk menyempurnakan tata kelola pemerintahan desa agar lebih demokratis, transparan, dan berkeadilan.

Baca Juga  PEMKOT BOGOR BUKA PELUANG KERJA JURU PARKIR RESMI, WARGA BELUM BEKERJA BISA MENCOBA

 

 

Menurutnya, Pilkades seringkali menjadi momen rawan gesekan sosial. Karena itu, pemahaman aturan sejak awal sangat penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antar warga.

“Pilkades dan BPD itu jantungnya demokrasi di desa. Aturannya harus jelas dan dipahami semua warga. Tujuannya satu, supaya warga tahu haknya, tahu mekanismenya, dan bisa bersama-sama menjaga situasi di dukuh masing-masing tetap aman, rukun, dan damai,” ujar Joko Siswanto saat reses.

Baca Juga  Mila Karmila Soroti Hak Bermukim Warga dalam Penataan Permukiman Kumuh

Ia menjelaskan beberapa poin penting dalam Raperda tersebut, mulai dari tahapan Pilkades, syarat calon, hak pilih warga, peran panitia, hingga fungsi dan kedudukan BPD sebagai mitra sekaligus pengawas pemerintahan desa. BPD, lanjut dia, bukan lawan kepala desa, melainkan mitra strategis untuk menampung dan menyalurkan aspirasi warga.

 

“Warga di dukuh harus jadi penjaga kerukunan. Beda pilihan itu wajar dalam demokrasi, tapi jangan sampai merusak persaudaraan. Kalau aturannya kita pahami bersama, Pilkades akan jadi pesta demokrasi yang menggembirakan, bukan memecah belah,” tegasnya.

Baca Juga  MELAWAN BANALITAS MEDIA

Warga yang hadir menyambut baik sosialisasi tersebut. Mereka mengaku selama ini banyak yang belum paham secara detail tentang aturan Pilkades dan peran BPD. Dengan adanya reses ini, warga menjadi lebih melek aturan dan siap ikut menjaga stabilitas di lingkungan masing-masing.

Kegiatan reses ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerapan aspirasi. Joko Siswanto berkomitmen membawa masukan dari warga tingkat dukuh untuk penyempurnaan Raperda agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

Penulis: PusokoEditor: Pusoko