KENDAL, TOMBAKRAKYAT.com — Kekhawatiran warga Dusun Tegalsari Tempel, Desa Rowosari, Kabupaten Kendal, akibat tanggul jebol yang berpotensi memicu banjir di musim hujan, direspons cepat oleh Kepala Desa Rowosari, Luqman Zakaria, S.Sos., S.H., NL.P. Meski perbaikan tanggul tersebut bukan merupakan kewenangan desa, Lukman memilih turun langsung dan menginisiasi perbaikan secara swadaya.
Tak hanya menggerakkan gotong royong warga, Lukman juga menggunakan dana pribadi untuk membantu pembelian material perbaikan tanggul. Langkah ini diambil setelah menerima laporan warga yang merasa cemas akan keselamatan rumah dan lahan mereka akibat intensitas hujan yang terus meningkat.
Gerak cepat kades yang patut dijadikan contoh ; 10 November 2025 terima laporan warga, tanggal 11 cek lokasi sekaligus kordinasi. tanggal 14 sampai 16, puluhan warga terlihat bahu-membahu memperbaiki tanggul dengan peralatan sederhana. Semangat gotong royong kembali menguat sebagai bentuk kepedulian bersama menghadapi ancaman bencana. “Kami tidak bisa menunggu terlalu lama. Hujan datang hampir setiap hari, dan warga sudah resah. Ini soal keselamatan,” ujar Lukman.
Salah satu warga, Pariyo mengaku lega melihat respons cepat pemerintah desa. “Kalau menunggu bantuan dari atas, kami takut keburu banjir. Pak Kades langsung turun, itu yang bikin kami tenang dan ikut bergerak,” ujarnya.
Warga lain, menyebut langkah tersebut sebagai bukti kepemimpinan yang hadir di saat genting. “Beliau tidak bicara soal kewenangan dulu, tapi keselamatan warga. Itu yang kami rasakan,” kata Kadarusman.
Secara administratif, penanganan tanggul berada di bawah kewenangan PUSDA TARU Propinsi Jawa Tengah, namun kondisi darurat di lapangan membuat Kepala Desa Rowosari memilih mengambil langkah cepat sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan. Aksi ini menjadi contoh bahwa kepemimpinan di tingkat desa bukan sekadar menjalankan aturan, tetapi juga keberanian mengambil keputusan demi melindungi warga di saat krisis.

Ketika ditemui media, Lukman menyampaikan harapan kepada Bupati dan dinas PUSDA TARU Propinsi Jawa Tengah untuk segera merealisasikan penanganan tanggul di dusun Tegalrejo yang kondisinya tinggal sekitar satu meter dibibir talud. Yang beberapa waktu lalu dari dinas Pusdataru Sudah survey lokasi nya.
“Kami mohon, Pusda Taru dan pihak yang berwenang lainya, untuk segera mengatasi yang di dukuh Tegalrejo, sebelum kondisi semakin kritis” tutupnya.












