EdukasiBERITATECHNOLOGI & PENDIDIKAN

Dari Sekolah untuk Ekonomi Daerah: Gubernur NTT Resmikan NTT Mart Perdana di SMKN 2 Kupang

128
×

Dari Sekolah untuk Ekonomi Daerah: Gubernur NTT Resmikan NTT Mart Perdana di SMKN 2 Kupang

Sebarkan artikel ini

Kupang, TombakRakyat.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan gerai perdana NTT Mart by OSOP di lingkungan SMK Negeri 2 Kupang, Rabu (11/3/2026). Peresmian yang turut dihadiri Wakil Gubernur Johni Asadoma itu menjadi langkah awal pemerintah provinsi membangun ekosistem ekonomi lokal berbasis sekolah dan komunitas.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa produk yang dipasarkan di NTT Mart harus didominasi oleh karya siswa dan warga sekolah. Ia tidak ingin etalase gerai tersebut justru dipenuhi produk dari luar lingkungan pendidikan.

“Kalau namanya NTT Mart di sekolah, maka yang paling banyak harus produk dari sekolah sendiri,” kata Gubernur Melki.
Menurutnya, konsep ini sejalan dengan program One School One Product (OSOP) yang mendorong setiap sekolah memiliki produk unggulan. Program tersebut juga diharapkan terhubung dengan pendekatan One Community One Product (OCOP) di tingkat masyarakat, sehingga produksi dan pemasaran produk lokal dapat tumbuh secara bersama.

Baca Juga  Polsek Pademangan Lakukan Monitoring dan Pengamanan Keberangkatan Massa Buruh ke Aksi Pra May Day 2026

Gubernur Melki mengakui, sebagian pihak sempat membandingkan NTT Mart dengan jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret. Namun menurutnya, perbandingan itu kurang tepat karena kedua ritel nasional tersebut telah berkembang melalui proses panjang dengan jaringan distribusi yang kuat.

“Kita ini baru mulai. Mereka sudah melewati perjalanan panjang. Jadi tidak bisa disamakan,” ujarnya.


Meski demikian, ia membuka ruang kritik terhadap program tersebut. Baginya, kritik justru penting agar konsep NTT Mart terus berkembang dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Lelang Garapan Tanah Kas Desa Jaten Tahun 2026 Digelar Secara Terbuka

Lebih jauh, Gubernur Melki menyoroti tingginya ketergantungan masyarakat NTT terhadap produk dari luar daerah. Ia menyebut pada 2025 perekonomian NTT mengalami defisit sekitar Rp51 triliun, yang sebagian besar dipengaruhi belanja konsumsi, terutama makanan dan minuman dari luar daerah.

Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk mulai memproduksi sekaligus mengonsumsi produk lokal.

“Kita jual pisang bertandan-tandan di pasar, tetapi pulang membeli pisang molen. Padahal sebenarnya kita bisa membuatnya sendiri,” katanya.

Gubernur Melki juga mencontohkan kualitas produk lokal yang dinilai mampu bersaing. Ia mengaku pernah membeli meja marmer buatan siswa SMK Negeri 5 Kupang seharga Rp4,5 juta karena kualitasnya dinilai layak bahkan untuk kebutuhan hotel.
Program pengembangan NTT Mart juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga perbankan, termasuk bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara serta Bank NTT.

Baca Juga  TIM PBH FERADI WPI – SUBUR JAYA LAWFIRM HADIR DI POLRESTA YOGYAKARTA DALAM RANGKA PENANGANAN SEJUMLAH PERKARA

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambros Kodo, mengatakan kehadiran NTT Mart di sekolah diharapkan dapat membangun ekosistem kewirausahaan bagi siswa. Selama ini, banyak produk kreatif siswa hanya berhenti di ruang praktik tanpa memiliki akses pasar.

Melalui NTT Mart, kata Ambros, siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami manajemen ritel, pemasaran digital, hingga pelayanan pelanggan.
“Sekolah tidak hanya menumbuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga jiwa kewirausahaan. Harapannya, lulusan kita tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *