BERITASOCIAL & BUDAYAWarta Desa

Berbagi Kasih di Bulan Muharram, Pemdes Pagerdawung Sukses Gelar Santunan Yatim 1448 H

140
×

Berbagi Kasih di Bulan Muharram, Pemdes Pagerdawung Sukses Gelar Santunan Yatim 1448 H

Sebarkan artikel ini

KENDAL,TOMBAK RAKYAT.COM– Pemerintah Desa (Pemdes) Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, sukses menggelar acara peringatan Tahun Baru Hijriyah 1448 H yang dirangkai dengan kegiatan santunan anak yatim pada Kamis (25/6/2026).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini dikemas secara lebih sederhana namun terasa sangat mendalam dan penuh makna bagi seluruh warga yang hadir.

Acara yang berlangsung khidmat ini diinisiasi langsung oleh Pemerintah Desa Pagerdawung melalui sekdes Nur Fatoni di bawah arahan H. Nur Wahid selaku Modin Desa.

Turut hadir beberapa tokoh masyarakat dan ulama serta kyai antara lain ky sobirin, KH.solichin ,s.pdi, KH M zuhri,H.kusnindar salim ,Babinsa ,Lazisnu(M.Fatikhin),Serta ketua BPD Muh abdussoim.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Pagerdawung, Riyanto, S.E., berhalangan hadir karena pada saat yang bersamaan harus menghadiri agenda rapat penting di tingkat kabupaten.

Baca Juga  Versi Korupsi: Dari Lama ke Baru, Dari Terbaru ke Terbarukan — Negeri yang Tak Pernah Kehabisan Modus

Beliau pun menitipkan pesan mendalam yang disampaikan langsung oleh Ketua Panitia di hadapan para jamaah.

Melalui pesan tersebut, Riyanto menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa membersamai jalannya acara secara langsung.Kendat demikian, beliau menegaskan pemberian support atau dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini.

Kades Riyanto juga berharap agar kualitas dan skala acara serupa ke depannya dapat terus ditingkatkan, sehingga esensi dan manfaatnya bisa dirasakan secara penuh oleh seluruh warga desa.

Dukungan kepemimpinan tersebut selaras dengan semangat yang tertera pada spanduk kegiatan di lokasi, yang mengusung sub-tema “Berbagi Kasih, Menyebar Kebaikan, Membangun Desa yang Berkah”.

Foto :  Pemerintah Desa (Pemdes) Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Gelar acara peringatan Tahun Baru Hijriyah 1448 H yang dirangkai dengan kegiatan santunan anak yatim pada Kamis (25/6/2026).

Agenda sosial-keagamaan ini berjalan lancar berkat topangan dari seluruh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), serta para tokoh masyarakat, ulama, dan kyai setempat yang tampak duduk bersila bersama di atas hamparan karpet hijau bermotif islami.

Baca Juga  Ironi di Pinggir Kali Kutho -Tegalrejo: Ketika Negara Hadir Hanya untuk Memotret

Kemeriahan dan kehangatan acara semakin terasa berkat partisipasi aktif dari berbagai unsur organisasi kemasyarakatan.

Mulai dari NU, Muslimat, Fatayat, Ansor, Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor, hingga ibu-ibu kader Penggerak PKK,RT -Rw se- Desa Pagerdawung.

Secara bergotong-royong, mereka ikut serta memberikan santunan langsung kepada 12 anak yatim yang ada di wilayah desa tersebut.

Memasuki acara puncak, suasana di dalam ruangan menjadi lebih teduh saat para hadirin yang mayoritas mengenakan baju muslim dan peci hitam mendengarkan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Bapak Kyai Junaedi.

Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya membangun kepedulian sosial terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim.

Kyai Junaedi mengingatkan jamaah untuk selalu menyayangi anak yatim karena pahala dan balasannya sangat tinggi di sisi Allah SWT.

Baca Juga  FORMADES Jepara Tanam 500 Bibit Durian dan Alpukat di Desa Lebiawu

Terlebih lagi, sedekah dan amal kebaikan di bulan Muharram—yang bertepatan dengan momentum 10 Muharram (Asyura)—akan dilipatgandakan pahalanya.

Beliau juga memberikan pesan mendalam bagi setiap muslim untuk merefleksikan diri pada momen pergantian tahun baru Islam ini.

“Jika tahun ini amal perbuatan kita lebih jelek dibanding tahun lalu, maka kita tergolong orang yang rugi,” tegasnya.

Pesan moral tersebut juga diperkuat dengan mengambil ibrah dari kisah religi Abu Jahal yang dikenal selalu mendustakan dan menelantarkan anak-anak yatim.

Rangkaian acara keagamaan yang membawa pesan kedamaian dan kepedulian sosial ini kemudian ditutup secara resmi dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kyai Junaedi.