BERITA

Dari Rote Ndao Menuju Puncak Akademik: Prof. Dr. Drs. William Djani, M.Si Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar

192
×

Dari Rote Ndao Menuju Puncak Akademik: Prof. Dr. Drs. William Djani, M.Si Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar

Sebarkan artikel ini

Kupang, TombakRakyat.comMomentum bersejarah dan penuh makna budaya tersaji dalam prosesi pengukuhan Prof. Dr. Drs. William Djani, M.Si sebagai Guru Besar di Universitas Nusa Cendana (Undana). Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan perpaduan harmonis antara capaian intelektual, nilai budaya, dan kekuatan kekeluargaan yang mengakar dalam perjalanan hidup sang profesor.

Nuansa sakral langsung terasa sejak awal prosesi, ketika Prof. William Djani yang juga menjabat sebagai Dekan FISIP UNDANA diserahkan secara adat kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana (FISIP UNDANA). Iringan tarian dan dentuman gong tradisional etnis Rote yang berpadu dengan syair khas etnis Sabu menghadirkan suasana haru, menggambarkan penghormatan mendalam terhadap perjalanan akademik dan pengabdian beliau.

Prosesi penyerahan dilakukan oleh perwakilan keluarga besar Djani, Manafe, Makandolu, Koehuan, serta rumpun keluarga lainnya. Dalam momen penuh makna tersebut, Ady William Frith Di’i, M.Th mewakili keluarga menyerahkan Prof. William Djani kepada FISIP UNDANA, yang diterima oleh Dr. Mas Ama selaku Wakil Dekan, disaksikan para pejabat, sivitas akademika, serta jajaran dosen.

Baca Juga  Sekitar 130 Mahasiswa UT Jakarta Sambangi Kejaksaan Agung, Ikuti Diskusi Hukum

Selanjutnya, dalam suasana penuh kebersamaan, rombongan keluarga, dosen, dan mahasiswa FISIP UNDANA mengantar Prof. William Djani menuju Graha UNDANA. Dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa, ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bersama dua akademisi lainnya, yakni Prof. Dr. Linda W. Fanggidae, S.T., M.T dan Prof. Zakarias Seba Negara, S.Si., M.Si., Ph.D dari Fakultas Sains dan Teknik Undana.

Dalam pidato ilmiahnya yang visioner, Prof. William Djani mengangkat tema “Revitalisasi Administrasi Publik dan Reformasi Kebijakan Desentralisasi dalam Mewujudkan Good Local Governance.” Ia menegaskan bahwa masa depan pemerintahan tidak lagi bertumpu pada kekuasaan semata, tetapi pada kualitas pelayanan publik yang partisipatif, transparan, dan berkeadilan.

“Administrasi publik harus bertransformasi dari sekadar pelayan menjadi pemberdaya masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar kebijakan publik di Indonesia terletak pada implementasi. Meski reformasi birokrasi menunjukkan tren positif, kualitas layanan publik dinilai belum sepenuhnya menjawab harapan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan reformasi yang lebih berani, substantif, dan berkelanjutan.

Baca Juga  PMI Klaten Perkuat Sinergi Lintas Organisasi Hadapi Ancaman Hidrometeorologi

Jejak Perjalanan: Dari Desa ke Puncak Ilmu Pengetahuan

Pengukuhan ini semakin bermakna ketika menelusuri perjalanan hidup Prof. William Djani. Lahir di Kupang dan dibesarkan dalam kesederhanaan di Rote Ndao, ia tumbuh dalam disiplin, kerja keras, dan nilai-nilai perjuangan yang kuat.

Dari bangku sekolah di desa hingga meraih gelar doktor di bidang Administrasi Publik, perjalanan akademiknya menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Sejak mengabdi sebagai dosen di FISIP Undana pada tahun 1989, ia terus menunjukkan dedikasi dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai jabatan strategis telah diembannya, hingga kini dipercaya sebagai Dekan FISIP UNDANA.

Baca Juga  Jaga Jakarta! KRYD Polsek Metro Penjaringan Fokus Berantas Tawuran dan Kriminalitas

Kontribusinya juga tercermin melalui karya ilmiah, buku referensi, serta keterlibatannya dalam forum nasional dan internasional sebagai akademisi dan pemikir kebijakan publik.

Energi Baru bagi Reformasi Birokrasi

Pengukuhan Guru Besar ini menjadi simbol harapan baru bagi penguatan reformasi birokrasi di Indonesia, khususnya di kawasan timur. Pemikiran Prof. William Djani menegaskan bahwa kualitas pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh integritas, kapasitas, dan keberpihakan aparatur kepada rakyat.

Momentum ini sekaligus mempertegas peran Universitas Nusa Cendana sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik yang berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.

Pengukuhan Guru Besar bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual yang lebih besar.

“Ketika administrasi publik dikelola dengan integritas dan keberpihakan pada rakyat, di situlah keadilan sosial menemukan jalannya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *