Tombakrakyat.com, Karanganyar — Dewan Pimpinan Cabang Forum Masyarakat Desa (DPC Formades) Kabupaten Karanganyar terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa melalui kegiatan penguatan organisasi dan pembekalan pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRan). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pelaksanaan program kerja Formades tahun 2025.
Penguatan Organisasi dan Konsolidasi
DPC Formades Karanganyar menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus DPRan sebagai ujung tombak organisasi di tingkat desa. Pembekalan ini merupakan bagian dari program kerja resmi DPC Formades Karanganyar tahun 2025, yang dirancang untuk memperkuat tata kelola organisasi serta mendorong pengembangan desa berbasis kebutuhan masyarakat.
“Saat ini kepengurusan Formades telah terbentuk di 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Dengan struktur organisasi yang sudah lengkap, fokus selanjutnya adalah mematangkan dan mengimplementasikan program kerja pengembangan desa secara merata,” ujar Nendra, Sekretaris DPC Formades Karanganyar.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran DPP Formades, yakni Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Formades serta Ketua Bidang Litbang dan Inovasi DPP Formades. Kehadiran pengurus pusat ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi serta penguatan koordinasi antara pusat dan daerah.
Digitalisasi Pendataan Anggota
Ketua OKK DPP Formades, Bung Deny, dalam keterangannya menyampaikan bahwa sistem pendataan keanggotaan Formades kini telah menggunakan aplikasi SISFOR. Sistem ini memungkinkan pendataan anggota dilakukan secara terintegrasi dan dapat diperbarui secara berkala oleh DPC.
“Digitalisasi pendataan melalui SISFOR bertujuan untuk menciptakan data keanggotaan yang akurat, tertib, dan mudah diakses sebagai dasar penguatan organisasi ke depan,” tegas Bung Deny.
Materi Pembekalan dan Penguatan Ideologis
Sementara itu, Ketua Bidang Litbang dan Inovasi DPP Formades, Heri Yosep, menyampaikan materi pembekalan yang menekankan pentingnya pemahaman visi, misi, dan tujuan Formades sebagai dasar gerakan organisasi.
Ia juga menegaskan perlunya penguatan tata kelola dan alur organisasi, mulai dari struktur, mekanisme kerja, hingga disiplin organisasi, agar Formades mampu bergerak secara efektif dan profesional.
Menurut Heri Yosep, pengurus DPRan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pengembangan Formades di tingkat desa. Oleh karena itu, pengurus ranting diarahkan untuk melakukan pendataan persoalan serta pemetaan potensi desa sebagai dasar penyusunan program kerja yang tepat sasaran.
“Formades mendorong pembangunan desa yang partisipatif, di mana program disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat desa dan melibatkan warga secara aktif,” pungkas Heri Yosep.












