SUMENEP, TOMBAKRAKYAT.Com — Persoalan ketersediaan air bersih kembali menjadi keluhan masyarakat Desa Gendang Barat, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. Memasuki musim kemarau, warga mengaku mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut juga dirasakan dalam aktivitas pendidikan keagamaan. Para santri membutuhkan ketersediaan air untuk keperluan wudhu sebelum mengikuti kegiatan mengaji.
Moh. Farid, salah satu guru ngaji di Desa Gendang Barat, mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir dirinya sudah enam kali mendatangkan air dari luar desa untuk memenuhi kebutuhan wudhu para santri, Sabtu (05 September 2026)
“Dalam satu minggu terakhir ini saya sudah enam kali mendatangkan air dari luar desa. Ini untuk memenuhi kebutuhan wudhu santri,” ujar Moh. Farid.
Menurut Farid, kesulitan mendapatkan air bersih merupakan persoalan yang berulang di Desa Gendang Barat, khususnya ketika musim kemarau. Ia berharap kondisi tersebut mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah.

“Ini persoalan klasik di Gendang Barat. Setiap kemarau masyarakat selalu kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah seharusnya tidak hanya melihat kondisi ini, tetapi juga hadir memberikan solusi,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, baik melalui distribusi air maupun penyediaan sarana air yang dapat menjadi solusi jangka panjang.
Farid menilai kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang semestinya mendapat perhatian berkelanjutan, sehingga warga tidak terus menghadapi persoalan serupa setiap musim kemarau.
“Jangan sampai masyarakat terus mencari solusi sendiri. Kami berharap pemerintah hadir dan memberikan solusi yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu Muzamil, pemuda Desa Gendang Barat mengatakan bahwa pemasok air bersih yang ada di desanya belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat, selain titik sumber berada di luar desa saat ini debet air berkurang.
“Debit air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan masyarakat sekarang semakin berkurang. Apalagi sumber airnya berada di wilayah kecamatan sebelah, sehingga kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Muzamil.
Muzamil berharap kondisi sumber air tersebut dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam mencari solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat Gendang Barat. Menurutnya, persoalan ini tidak cukup hanya ditangani ketika masyarakat sudah mengalami kekurangan air, tetapi perlu ada langkah antisipasi dan perencanaan jangka panjang.
“Kalau debit sumber terus berkurang, tentu masyarakat akan semakin kesulitan. Kami berharap pemerintah bisa mencari solusi yang berkelanjutan, bukan hanya ketika musim kemarau datang,” katanya.
Ia juga berharap adanya koordinasi antara Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Daerah terkait pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan air bersih, mengingat sumber air yang selama ini menjadi penopang berada di wilayah kecamatan lain.
Bagi warga Gendang Barat, ketersediaan air bersih bukan hanya persoalan kemaren sore, melainkan sudah bertahun tahun dan masih belum ada penangan serius dari pemerintah.












