OPINI & ANALISISWarta Desa

Panen Raya Tembakau Kendal, Pilar Kesejahteraan dan Simbol Resiliensi Ekonomi Desa

185
×

Panen Raya Tembakau Kendal, Pilar Kesejahteraan dan Simbol Resiliensi Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

Oleh ; M.Fathurahman

Opening

Musim panen raya tembakau di Kabupaten Kendal kembali menegaskan posisinya sebagai sektor strategis yang krusial. Komoditas ini tidak hanya menjadi produk agrikultur unggulan, melainkan telah bertransformasi menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Momentum panen raya tahun ini secara nyata mampu mendorong peningkatan kesejahteraan sekaligus membangun sendi perekonomian baru berbasis potensi lokal yang mandiri dan berdaya saing global.Di balik geliat ekonomi ini, tersorot sebuah kisah inspiratif dari Desa Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum.

Adalah Ndan Sugito, seorang tokoh lokal kelahiran tahun 1973 yang sukses membuktikan vitalnya sektor pertambakan emas hijau ini.Sugito merupakan figur yang sarat pengalaman organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Dedikasinya terentang panjang mulai dari IPNU, GP Ansor, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Koordinasi Kelompok (Kasatkorkel) Banser Pagerdawung.

Baca Juga  Yusuf Muda Dalam: Koruptor Pertama yang Divonis Mati, Tapi Negara Gagal Menuntaskan Hukuman

Melalui kedisiplinan dan kepemimpinan yang ditempa di organisasi, ia kini berhasil memimpin Kelompok Tani Sejombor menuju gerbang kesuksesan.

Lahir sebagai anak kelima dari tujuh bersaudara dari pasangan Bapak Kemari dan Ibu Sumiah, etos kerja Sugito telah terbentuk sejak dini.Ia aktif mempelajari seluk-beluk budidaya tembakau dari orang tuanya sejak masa kanak-kanak hingga saat ini.

Ketekunan jangka panjang tersebut kini membuahkan hasil yang sangat signifikan. Lahan pertanian yang dikelolanya mampu menghasilkan pendapatan finansial yang fantastis, berkisar di angka puluhan juta rupiah untuk setiap satu iring atau bahu lahan di setiap musim panen.

Keberhasilan ekonomi makro ini tidak lepas dari sinergi kuat berupa dukungan nyata Dinas Pertanian Kabupaten Kendal hingga jajaran Pemerintah Kecamatan Ringinarum melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Baca Juga  Perampasan Aset: Memberantas Korupsi atau Memperbesar Kekuasaan Negara?

Dukungan berkala tersebut hadir baik dalam bentuk pembinaan kelompok tani, penyaluran bantuan sarana prasarana produksi pertanian, edukasi teknologi budidaya, maupun upaya bersama dalam menjaga stabilitas harga serapan pasar.

Dalam sebuah kesempatan di sela-sela aktivitas memanen, Ndan Sugito menyampaikan pandangannya mengenai potensi besar komoditas ini sekaligus menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda.”Tembakau ini adalah anugerah terbesar bagi tanah Kendal, khususnya di Pagerdawung.

Jika kita mengelolanya dengan konsisten dan disiplin, hasilnya sangat menjanjikan dengan pendapatan fantastis hingga puluhan juta rupiah per iring.Saya berharap generasi muda atau para petani milenial tidak perlu gengsi atau ragu untuk turun ke sawah.

Baca Juga  Ketika Pemuda Menjadi Bayang Kekuasaan: Membaca Risiko Nepotisme di Kendal
Foto : Dokumentasi saat memanen daun tembakau

Pertanian hari ini modern dan sangat prospektif. Pengalaman saya di Banser mengajarkan bahwa keberhasilan itu butuh ketahanan dan kerja sama.

Dengan dukungan penuh dan pendampingan dari Dinas Pertanian Kendal sampai Pemerintah Kecamatan Ringinarum, inilah saatnya anak muda mengambil peran menjadi motor penggerak ekonomi baru di desa,” ujar Ndan Sugito.

Keberhasilan Ndan Sugito bersama Kelompok Tani Sejombor merefleksikan bahwa sektor pertanian, apabila dikelola dengan kapabilitas kepemimpinan dan ketekunan yang tinggi, mampu menjadi katalisator kesejahteraan.

Kisah ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda di Kendal untuk tidak ragu melangkah di sektor agribisnis, demi memperkuat kedaulatan ekonomi daerah di masa depan.