Tombak Rakyat.com – KARAWANG – Indonesia ukir sejarah! Resmi swasembada pangan 2025. Presiden Prabowo: “Tidak ada bangsa merdeka kalau pangan tergantung bangsa lain!” Impor ditiadakan, kesejahteraan petani meningkat!
Indonesia mencatatkan tinta emas dalam sejarah pembangunan nasional! Capaian swasembada pangan tahun 2025 resmi diumumkan, diraih lebih cepat dari target yang ditetapkan. Momentum bersejarah ini ditandai dengan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026).
Presiden Prabowo Subianto dengan lantang menegaskan bahwa swasembada pangan adalah fondasi utama kedaulatan dan kemerdekaan sebuah bangsa. “Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden dengan nada membakar semangat.
Produksi Beras Melonjak, Impor Ditiadakan!
Capaian swasembada pangan 2025 tercermin dari sejumlah indikator utama yang menunjukkan penguatan signifikan di sektor pertanian nasional:
– Produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan tahun 2024.
– Surplus beras mencapai 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025.
– Stok beras Perum Bulog pada akhir 2025 mencapai 3,24 juta ton, dan sempat menyentuh puncaknya sebesar 4,2 juta ton (tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan pangan nasional).

Kesejahteraan Petani Meningkat, Ekspor Pertanian Meroket!
Keberhasilan swasembada pangan juga berdampak positif pada kesejahteraan petani dan kinerja perdagangan:
– Nilai Tukar Petani (NTP) pada tahun 2025 mencapai 125,35, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, menandakan peningkatan daya beli dan pendapatan petani secara signifikan.
– Nilai ekspor pertanian pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai Rp629,7 triliun, meningkat 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Fondasi Kemandirian Nasional: Swasembada Berkelanjutan!
Pemerintah menegaskan bahwa swasembada pangan 2025 bukanlah garis finish, melainkan fondasi bagi penguatan kemandirian nasional yang berkelanjutan. Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi produksi, memperluas swasembada ke komoditas strategis lainnya, serta memastikan manfaat pembangunan pertanian dirasakan secara merata oleh petani, nelayan, dan masyarakat luas.
( Desi )












