PEKALONGAN, TOMBAKRAKYAT.com — Nasib kurang beruntung dialami awak KM. Sri Barokah 10 saat tengah menangkap ikan di laut. Namun masih bisa angkat 6 ton Tongkol Jabrik, dengan hasul lelang di TPI Pekalongan mencapqi Rp.200 Juta.
Kapal yang dinakhodai Harsono tersebut mengalami pecah payang setelah jaring yang digunakan tidak mampu menahan besarnya hasil tangkapan. Harsono mengatakan, kerusakan payang terjadi ketika hasil tangkapan yang masuk ke jaring cukup banyak sehingga alat tangkap tidak mampu menahannya.
“Ikan yang masuk payang sekitar 12 ton lebih. Payangnya tidak kuat menahan hasil tangkapan, akhirnya pecah. Dan cuma berhasil dinaikqn 6 ton” ujar Harsono.

Setelah kejadian tersebut, KM. Sri Barokah 10 kembali dan bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan, pada Jumat (2/10/26). Kapal belum dapat kembali melaut karena payang yang mengalami kerusakan harus diperbaiki terlebih dahulu.
Sementara itu, hasil tangkapan berupa tongkol jabrik yang berhasil dinaikan kapal kemudian dilelang di TPI Pekalongan, salah satu fasilitas PPN Pekalongan. Menurut Agung, pengurus Sri Barikah 10, nilai penjualan lelang mencapai sekitar Rp200 juta, tidak menyebutkan lebihnya.
“Hasil tangkapan yang berhasil dibawa pulang sekitar enam ton tongkol jabrik. Nota hasil lelangnya sekitar Rp.200 juta lebih,” kata Agung, Sabtu (3/10/26).

Selama proses perbaikan berlangsung, para anak buah kapal (ABK) untuk sementara di istirahatkan akan dipulangkan ke Tawang, Desa Gempolsewu, Kendal. Mereka akan kembali bekerja setelah kapal dan alat tangkap dinyatakan siap untuk kembali beroperasi.
Peristiwa pecahnya payang tersebut sekaligus memperlihatkan dua sisi kehidupan nelayan. Di satu sisi, hasil tangkapan yang melimpah menjadi keuntungan tersendiri. Namun di sisi lain, besarnya hasil tangkapan juga dapat menimbulkan risiko kerusakan alat tangkap yang harus ditanggung nelayan.
Kini, KM. Sri Barokah 10 masih menunggu proses perbaikan payang sebelum kembali melaut.












