Limbah Pantai Karangbolong Menjadi Kerajinan Bernilai Ekonomi
KEBUMEN, TombakRakyat.com, – Limbah sampah yang berserakan di pesisir Pantai Karangbolong, Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kini memiliki nilai guna dan nilai ekonomi berkat kreativitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP).
Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026, puluhan mahasiswa UMP Purworejo menggelar pelatihan dan pembuatan eco craft bagi ibu-ibu di Desa Karangbolong. Kegiatan ini bertujuan mengubah limbah sampah pesisir pantai menjadi produk kerajinan yang menarik dan bernilai jual.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara mengolah berbagai limbah yang ditemukan di kawasan pantai menjadi aneka kerajinan tangan kreatif seperti gantungan kunci, bunga hias, hingga dekorasi meja.
Mahasiswa UMP Purworejo, Zahrotun Nafiah, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kreativitas masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga pesisir melalui pemanfaatan limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah pantai tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi oleh-oleh khas daerah wisata,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi yang dilakukan mahasiswa sengaja diterapkan langsung di tengah masyarakat agar potensi pesisir dapat berkembang menjadi komoditas bernilai tinggi yang mampu menarik minat wisatawan.
Sementara itu, dosen pembimbing kegiatan, Isnaeni Maryam, M.Pd., menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Ia menilai masyarakat perlu didorong agar tidak hanya menjadi penonton di tengah besarnya potensi daerah yang dimiliki.
“Kemandirian ekonomi dapat dibangun melalui pengelolaan sumber daya lokal secara kreatif dan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha berbasis kerajinan eco craft dari limbah pesisir,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Regita, mengaku senang dan berterima kasih atas ilmu yang diberikan para mahasiswa. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengolah limbah pantai menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan ekonomi.”Kami jadi tahu bagaimana memanfaatkan sampah yang ada di sekitar pantai menjadi kerajinan yang cantik dan bisa dijual. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, limbah pantai yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan kini berhasil disulap menjadi kerajinan eco craft bernilai estetika tinggi. Selain membantu menjaga kebersihan kawasan pesisir, program ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Karangbolong dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.












