BERITA

Mengaku Wartawan, Oknum Driver Taksi Online Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Mahasiswi Yogyakarta

239
×

Mengaku Wartawan, Oknum Driver Taksi Online Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Mahasiswi Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi

Yogyakarta, TombakRakyat.com – Publik di Yogyakarta dan media sosial dihebohkan oleh beredarnya sebuah video viral di TikTok (https://vt.tiktok.com/ZSagNsHgA/) yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang mahasiswi asal Pekalongan. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh seorang oknum driver taksi online. Video itu menuai kemarahan publik setelah pelaku dalam rekaman mengaku sebagai wartawan.

Kejadian memilukan ini dialami korban saat pertama kali tiba di Yogyakarta untuk menempuh pendidikan. Sebagai pendatang baru yang belum mengenal lingkungan sekitar, korban seharusnya merasa aman. Namun perjalanan awalnya justru berubah menjadi pengalaman traumatis akibat sikap arogan dan dugaan tindakan tidak manusiawi dari oknum driver tersebut.

Baca Juga  Ketua DPRD Kendal Dorong Percepatan Penyaluran BOSDA untuk Sekolah Swasta demi Pemerataan Pendidikan

Permasalahan bermula saat pembayaran ongkos perjalanan. Oknum driver diduga mengaku tidak memiliki uang kembalian dan meminta korban menukar uang. Korban yang baru datang ke kota dan belum memahami situasi sekitar mengaku kesulitan memenuhi permintaan tersebut. Alih-alih mencari solusi, oknum driver justru diduga terpancing emosi, memaksa korban turun dari kendaraan, hingga melakukan tindakan fisik.

Baca Juga  Sempat Tertunda, PAC GP Ansor dan Fatayat NU Ringinarum Sukses Gelar Santunan Anak Yatim Piatu

Kemarahan publik semakin memuncak ketika oknum tersebut mengaku sebagai wartawan. Klaim itu dinilai mencederai martabat profesi jurnalis, yang sejatinya menjunjung tinggi etika, empati, dan perlindungan terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Jika benar seorang wartawan, seharusnya memahami nilai kemanusiaan dan tidak melakukan kekerasan, terlebih kepada perempuan,” tulis seorang warganet yang mewakili suara banyak pihak.

Dalam kondisi tertekan dan ketakutan, korban akhirnya ditinggalkan di pinggir jalan dan harus berjalan kaki menuju tempat kosnya. Video kejadian tersebut kemudian menyebar luas dan memicu gelombang kecaman dari masyarakat.

Baca Juga  Edy Sasongko Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua ORARI Klaten 2026–2029

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi perusahaan penyedia layanan transportasi online agar memperketat seleksi, pembinaan, dan pengawasan terhadap mitra pengemudi. Selain itu, publik juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut dugaan kekerasan ini secara tuntas dan memastikan korban mendapatkan perlindungan serta keadilan hukum.

Satu hal yang tidak terbantahkan, klaim profesi apa pun tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk membenarkan kekerasan, terlebih terhadap perempuan yang berada dalam situasi rentan dan membutuhkan rasa aman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *