KENDAL,TOMBAK RAKYAT.COM – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fatayat NU Kecamatan Ringinarum menyelenggarakan kegiatan dwi bulanan pada Minggu (19/7/2026).Bertempat di rumah Sahabat Suyanto – Ilfiyanti, Dusun Cabean Rt 04 Rw 05 Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal.
acara ini dirangkai dengan pelantikan bersama Pengurus Ranting (PR) Ansor, Banser, Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor, serta PR Fatayat NU Desa Kedunggading.
Prosesi pelantikan PR Ansor, Banser, dan MDS dipimpin langsung oleh Perwakilan pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Kendal Bidang pengkaderan,Gus Nazilatul Furqon dari Weleri.Sementara itu, pelantikan pengurus PR Fatayat NU dilakukan langsung oleh Ketua PC Fatayat NU Kendal.
Agenda khidmat ini dihadiri oleh perwakilan pengurus dari kurang lebih 12 ranting Ansor dan Fatayat se-Kecamatan Ringinarum.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ringinarum sahabat Supirman Budiyanto dalam sambutannya menekankan pentingnya loyalitas kader.Ia tidak bosan-bosan mengingatkan seluruh kader Ansor, Banser, MDS, serta jamaah yang hadir agar terus berjuang dan berkhidmah kepada para ulama, kiai, dan Nahdlatul Ulama (NU).

Selain itu, ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga soliditas organisasi serta berkomitmen kuat terhadap perjuangan ulama dalam mensyiarkan Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua bidang pengkaderan PC GP Ansor Kendal, Gus Nazilatul Furqon, memberikan wejangan agar pengurus yang baru dilantik menjaga semangat berorganisasi dan tunduk pada AD/ART organisasi serta komando kiai.Beliau memaparkan empat prinsip utama kader, yaitu:
- Ngaji: Terus belajar ilmu agama dan memperdalam spiritual.
- Ngerjo (Bekerja): Mandiri secara ekonomi demi menghidupi keluarga dan organisasi.
- Ngawulo: Berbakti dan mengabdi dengan tulus kepada umat serta ulama.
- Ngopi: Merajut silaturahmi, bertukar pikiran, dan menjaga kebersamaan.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Anak Cabang Kecamatan Ringinarum, Ketua MWC NU Ringinarum Kiai Ahmad Zaenuri, S.Pd.I., Kepala Desa Kedunggading Khafidhin, serta jajaran tokoh masyarakat dan kiai setempat.
Sebagai puncak acara, mauidhoh hasanah disampaikan oleh KH. Khafidz Romli dari Boja, Kendal.Dalam tausiyahnya, beliau mengulas sejarah berdirinya NU yang dibangun oleh para ulama pilihan dengan keilmuan masyhur.
Beliau mengingatkan dengan tegas agar tidak ada yang memanfaatkan NU demi mencari keuntungan pribadi.KH. Khafidz Romli berpesan bahwa siapa saja yang menyalahgunakan organisasi ini taruhannya adalah kehancuran hidup (kwalat).
Di akhir penyampaiannya,sblm di ditutup dengan doa bersama beliau juga mengajak seluruh kader untuk konsisten menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).












