TECHNOLOGI & PENDIDIKANDAERAH

Peletakan Batu Pertama Gedung STIES Babussalam Jadi Tonggak Penguatan Pendidikan Berbasis Pesantren di Jombang

12
×

Peletakan Batu Pertama Gedung STIES Babussalam Jadi Tonggak Penguatan Pendidikan Berbasis Pesantren di Jombang

Sebarkan artikel ini

Jombang, TombakRakyat.com — Pembangunan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Babussalam resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama yang digelar pada Minggu (10/5/2026). Momentum tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren dan nilai keislaman di Kabupaten Jombang.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Bupati Jombang H. Warsubi, S.H., M.Si. bersama Wakil Bupati Jombang K.H. Salmanudin Yazid, S.Ag., M.Pd. serta tokoh nasional Dr. (H.C.) Drs. H. A. Halim Iskandar, M.Pd. ,tokoh agama, pengasuh pondok pesantren, civitas akademika, serta masyarakat sekitar.

Baca Juga  Natal dan Jelang Tahun Baru Masyarakat Hendaknya Jaga Kondusifitas dan Kerukunan
Istimewa

Selain prosesi peletakan batu pertama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan haflah dan wisuda hafidzhoh sebagai bentuk apresiasi terhadap para santri penghafal Al-Qur’an. Suasana religius dan penuh kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian acara.

Pembangunan gedung STIES Babussalam diharapkan mampu menjadi penunjang peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam, khususnya di bidang ekonomi syariah. Kehadiran fasilitas baru itu diproyeksikan dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih representatif, modern, dan selaras dengan perkembangan dunia pendidikan.

Baca Juga  Kunjungan Formades Kendal ke Dispermades, Bahas Tindak Lanjut program Kerja

Dalam kesempatan tersebut, kehadiran pemerintah daerah dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan lembaga pendidikan yang memadukan nilai akademik, moral, dan keagamaan dalam proses pembelajaran.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, STIES Babussalam diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan ekonomi Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.

Baca Juga  Kisah Pahit Kiai Ashari: Saat Kepercayaan Retak di Balik Pagar Pesantren

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon kelancaran, keberkahan, dan kemudahan dalam setiap tahapan pembangunan gedung STIES Babussalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *