BERITA

Perayaan Natal FMKI Klaten: Perkuat Komitmen Pelayanan Publik dan Teguhkan Toleransi di “Rumah Besar” Klaten

109
×

Perayaan Natal FMKI Klaten: Perkuat Komitmen Pelayanan Publik dan Teguhkan Toleransi di “Rumah Besar” Klaten

Sebarkan artikel ini

KLATEN, TOMBAKRAKYAT.COM — Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kabupaten Klaten sukses menggelar perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gedung Eko Kapti, Klaten, Jawa Tengah, pada malam Selasa (6/1/2026). Acara yang dihadiri sekitar 400 umat dari 10 paroki se-Kabupaten Klaten menjadi momentum penting untuk menguatkan komitmen umat Katolik dalam pelayanan publik serta menegaskan posisi Klaten sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

 

Hadir dalam acara tersebut adalah Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Benny Indra Ardianto, jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten, pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang diwakili oleh Haji Samsudin Asrofi, H. Kemi, dan Wayan, serta Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten sekaligus Pendeta Romo Basillus Edy Wiyanto Pr., selain rombongan perwakilan umat dari berbagai paroki.

 

Perayaan yang khusus diselenggarakan untuk pelayan publik dan aktivis kemasyarakatan mengambil tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”. Tema ini memiliki makna mendalam, yaitu untuk mengajak seluruh umat Katolik—khususnya mereka yang menjabat sebagai pelayan publik seperti Camat, Kepala Desa (Kades), Ketua RW/RT, serta para aktivis sosial agar tetap konsisten dalam berkomitmen mewujudkan kesejahteraan bersama (Bonum Commune) dan menjaga kondusivitas kehidupan berbangsa dan bernegara di Klaten, yang selalu dikenal sebagai daerah yang ramah dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan.

Baca Juga  Anggota DPD RI Tekankan Pentingnya Cinta Tanah Air di Tengah Arus Globalisasi

Acara diawali dengan seremonial penyalaan lilin yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati Klaten, Wakil Bupati, dan Romo Basillus Edy Wiyanto Pr., diiringi dengan nyanyian lagu Natal khas “Malam Kudus” yang dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta hadir, menciptakan suasana yang hangat dan penuh berkah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi renungan Natal yang disampaikan oleh Romo Basillus, sambutan resmi dari Bupati Klaten, hingga sesi hiburan musik yang menghibur dari band pecinta Koes Plus, yang membawakan beberapa lagu kenangan serta lagu-lagu yang mengangkat semangat persatuan dan kesatuan.

 

Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo secara tegas menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat kerukunan antarumat beragama sebagai pondasi utama pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa Klaten adalah “rumah besar” bagi seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan keyakinan. Prestasi gemilang Klaten yang berhasil meraih juara satu tingkat nasional dalam ajang Harmony Award disebutkannya sebagai bukti nyata tingginya semangat toleransi yang telah tumbuh dan berkembang di daerah ini, yang juga didukung oleh nilai-nilai luhur dari warisan budaya seperti Candi Prambanan dan Candi Plaosan yang secara fisik berdampingan erat, menjadi simbol konkrit dari kerukunan yang telah ada sejak lama.

Baca Juga  Pererat Silaturahmi, Gubernur Ahmad Luthfi Sambangi Ulama Pekalongan dan Cek Penanganan Banjir

 

“Saya berjanji akan selalu membersamai masyarakat dan hadir ketika gereja maupun lembaga agama lainnya menyelenggarakan kegiatan penting. Kita ingin Klaten menjadi tempat yang nyaman, aman, dan kondusif bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang mereka,” ujar Bupati dengan penuh semangat. Selain itu, beliau juga memberikan perhatian khusus pada peran generasi muda, mengajak mereka untuk lebih kreatif dan aktif terlibat dalam berbagai program pembangunan desa, khususnya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini tengah digalakkan oleh pemerintah pusat.

 

Senada dengan pandangan Bupati, Romo Basillus Edy Wiyanto Pr. dalam renungan Natalnya mengajak seluruh umat Katolik untuk menyikapi setiap kebijakan pemerintah, termasuk program Koperasi Desa Merah Putih, sebagai wujud kabar gembira yang perlu didukung dengan sepenuh hati. Ia menekankan pentingnya mengamalkan ajaran sosial Gereja mengenai Bonum Commune atau kesejahteraan bersama, yang menjadi dasar bagi setiap tindakan dan keputusan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga  Panaskan Mesin Partai Menuju 2029, PKB Jateng Gelar Muscab Serentak dengan Sistem Ketat di Tuntang

 

“Umat Katolik yang menjabat sebagai pelayan publik—baik dari tingkat camat hingga ketua RT—harus terus berkomitmen untuk menjadi saluran berkat bagi masyarakat luas dan berpikir kreatif dalam mencari solusi untuk kemajuan bersama daerah ini,” pesan Romo Basillus kepada seluruh peserta hadir.

 

Perayaan ini diikuti oleh perwakilan dari 10 paroki yang ada di Kabupaten Klaten, antara lain Paroki Maria Assumpta Klaten, Paroki Wedi, Paroki Gantiwarno, Paroki Gondang, Paroki Bayat, Paroki Kebonarum, Paroki Ketandan, Paroki Jombor, Paroki Cawas, dan Paroki Delanggu. Setiap paroki juga membawa serta semangat kebersamaan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi Klaten. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo Basillus, dengan harapan agar Kabupaten Klaten selalu dijauhkan dari berbagai bencana alam maupun masalah sosial, serta agar masyarakatnya semakin sejahtera dan makmur di tahun 2026 yang baru.

(BN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *