BERITAPOLITIK & PEMERINTAHAN

Strategi Mandiri Fiskal, Bupati Kendal Tekankan BUMD Jadi Motor Penggerak PAD

93
×

Strategi Mandiri Fiskal, Bupati Kendal Tekankan BUMD Jadi Motor Penggerak PAD

Sebarkan artikel ini

KENDAL ,TOMBAK RAKYAT.COM – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, SE, MM, memberikan instruksi tegas kepada seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Kendal untuk memperkuat performa bisnis mereka.

Hal ini ditekankan sebagai regulasi strategi utama dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menghadapi tantangan pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati dalam acara Halal Bihalal BUMD Kendal yang berlangsung di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga  PAC GP Ansor Ringinarum Peringati Nuzulul Qur'an, Hadirkan Gus Mambaul Hikam

Di hadapan para pimpinan perusahaan daerah, Bupati menegaskan bahwa ketergantungan pada dana pusat harus mulai dikurangi melalui penguatan kemandirian fiskal daerah.

“BUMD kini menjadi andalan utama untuk menambah PAD Kendal. Seiring dengan adanya pengurangan dana transfer daerah, BUMD dituntut untuk lebih inovatif, profesional, dan mampu meningkatkan kinerjanya secara signifikan,” ujar Bupati Dyah Kartika.

Optimalisasi Kontribusi dan Inovasi

Bupati menjelaskan bahwa BUMD bukan sekadar entitas penyedia layanan publik, melainkan instrumen strategis yang harus menghasilkan keuntungan bagi pembangunan daerah.

Baca Juga  Polres Cirebon Kota Amankan Tiga Tersangka, Sita Puluhan Ribu Obat Keras Ilegal

Ia mendorong tujuh BUMD yang ada—termasuk PDAM Tirto Panguripan, BPR Kendali Arta, hingga PD Farmasi—untuk terus memperluas kemitraan pihak ketiga.“Kemitraan yang kuat akan mengurangi beban ketergantungan modal dari Pemkab Kendal.

Foto :Bupati  Dyah Kartika Permanasari, SE, MM, ikuti acara Halal Bihalal BUMD Kendal yang berlangsung di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kamis (16/4/2026).

BUMD harus bisa ‘berlari’ sendiri untuk menghasilkan deviden yang lebih besar,” tambahnya.

Capaian Surplus Sebagai Modal Dasar

Berdasarkan data dari Sekretariat Daerah Kendal, kontribusi BUMD pada tahun 2025 telah mencapai angka Rp7,1 miliar, dengan penyumbang terbesar berasal dari PDAM Tirto Panguripan senilai Rp4,5 miliar.

Baca Juga  Polresta Cirebon Laksanakan Razia Pekat 78 Botol Miras di Sita.

Meski seluruh BUMD saat ini dilaporkan dalam kondisi surplus atau untung, Bupati menilai potensi yang ada masih bisa dioptimalkan lebih jauh.

Dengan penguatan regulasi dan pengawasan yang lebih ketat, Pemkab Kendal berharap kontribusi dari sektor BUMD ini dapat menutup celah fiskal akibat dinamika kebijakan anggaran nasional, sekaligus memastikan program pembangunan di Kabupaten Kendal tetap berjalan tanpa hambatan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *