DAERAH

Studi Tiru BUMDes Rejo Mulyo 2025, Bukti Desa Berani Belajar untuk Mandiri

332
×

Studi Tiru BUMDes Rejo Mulyo 2025, Bukti Desa Berani Belajar untuk Mandiri

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

TombakRakyat.com Klaten 27 Desember 2025 – Upaya membangun kemandirian desa tidak cukup hanya berhenti pada wacana. Komitmen itulah yang ditunjukkan Pemerintah Desa Tanggalrejo bersama BUMDes Rejo Mulyo melalui kegiatan Studi Tiru BUMDes Tahun 2025 dengan melakukan kunjungan pembelajaran ke BUMDes Jaya Janti, Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), terutama pada aspek tata kelola usaha, manajemen keuangan, inovasi unit usaha, serta penguatan peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Baca Juga  LSM GERAM: DPRD Kabupaten Cirebon Diduga Bermain di Balik “Dana Ketuk Palu”, Rakyat Menuntut Kejujuran, Bukan Janji Kosong

Rombongan studi tiru dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Dimas Wahyu Ramadhana, bersama Ketua BUMDes Rejo Mulyo, Nur Ahmad Pujianto, perangkat desa, serta para pengelola BUMDes. Kegiatan berlangsung pada 27 Desember 2025 dalam suasana terbuka, dialogis, dan penuh semangat belajar bersama.

Dalam kunjungan tersebut, pengelola BUMDesa Jaya Janti memaparkan berbagai pengalaman dan praktik baik dalam mengelola BUMDes secara profesional dan berkelanjutan. Mulai dari perencanaan usaha yang matang, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, hingga strategi membangun kepercayaan serta partisipasi aktif masyarakat desa.

Baca Juga  Angin Puting Beliung Terjang Karangpandan, Pasar Rusak Parah

Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Wahyu Ramadhana, menegaskan bahwa studi tiru merupakan cara efektif bagi desa untuk mempercepat kemajuan tanpa harus mengulang kesalahan yang sama.

“Desa tidak boleh takut belajar dari desa lain. Dengan membuka diri, berdiskusi, dan berani tampil ke publik, desa akan lebih cepat maju dan mandiri. BUMDes harus dikelola secara serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh dan motivasi bagi desa-desa lain di Indonesia agar aktif belajar, berani berinovasi, dan tidak ragu membagikan praktik baik melalui media. Dengan begitu, pembangunan desa tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan dan menginspirasi.

Baca Juga  Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Kunjungi Koramil Gempol, Tekankan Disiplin dan Soliditas Prajurit

Pemerintah Desa Tanggalrejo juga menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil studi tiru melalui pengembangan dan penyempurnaan program kerja BUMDes Rejo Mulyo agar semakin profesional, produktif, dan berdaya saing.

Melalui semangat kolaborasi dan keterbukaan, kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa desa mampu tumbuh mandiri ketika pemimpinnya berani belajar, bergerak, dan tampil memberi inspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *