DAERAH

Transformasi Digital Srikandi Berlian Indonesia

146
×

Transformasi Digital Srikandi Berlian Indonesia

Sebarkan artikel ini
Komunitas Srikandi Berlian Nusantara Karanganyar
Komunitas Srikandi Berlian Nusantara Karanganyar

KARANGANYAR, TOMBAKRAKYAT. com ~ Sebuah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat peran dan kapasitas perempuan serta upaya komunitas untuk mendorong kemandirian finansial dan daya saing usaha perempuan di tengah perkembangan ekonomi digital, digelar di Aula Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Selasa (30/12/2025). Seminar Nasional bertajuk “Financial Freedom for Women Entrepreneur” ini diselenggarakan oleh komunitas Srikandi Berlian Indonesia.

 

Ketua SBI, Ibu Sevrina Fitieningtyas, menyampaikan bahwa komunitas ini didirikan sebagai wadah kolaboratif bagi perempuan, dari beragam latar belakang aktivitas ekonomi, termasuk pelaku UMKM, petani, pengusaha skala kecil, pedagang, hingga ibu rumah tangga yang memiliki semangat untuk mengembangkan usaha mandiri. “Srikandi Berlian Nusantara merupakan wadah perempuan yang memiliki tekad untuk meraih kebebasan finansial melalui usaha mandiri. Setiap anggota membawa pengalaman dan keahlian berbeda yang bisa saling berbagi dan menginspirasi satu sama lain,” jelas Ibu Sevrina dalam sambutannya.

 

Komunitas ini telah memiliki program kerja terstruktur yang dijalankan secara berkala. Setiap bulan, Srikandi Berlian Indonesia mengadakan pertemuan rutin yang dilakukan secara terpisah di masing-masing wilayah kecamatan. Saat ini, telah terbentuk 8 kelompok kecamatan yang aktif di seluruh Kabupaten Karanganyar, dengan setiap kelompok di bawah bimbingan seorang koordinator lokal yang ahli dalam bidang usaha atau pemberdayaan perempuan. Selain pertemuan bulanan, komunitas juga menyelenggarakan serangkaian workshop dan pelatihan berkala yang fokus pada peningkatan keterampilan bisnis, mulai dari manajemen keuangan hingga strategi pemasaran.

Baca Juga  Dandim 0723/Klaten Hadiri Perayaan Natal Bersama Umat Kristiani Se-Kabupaten Klaten Tahun 2025
Seminar Nasional Komunitas Perempuan Srikandi Belian Indonesia di Aula Disdikbud Kabupaten Karangnyar
Perempuan Srikandi Belian Indonesia di Aula Disdikbud Kabupaten Karangnyar

Untuk mendukung program-program tersebut, Srikandi Berlian Indonesia juga menjalin kerja sama erat dengan berbagai institusi, antara lain Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Karanganyar dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di daerah maupun tingkat nasional.

 

Tujuan utama seminar yang dihadiri 150 peserta, adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis terkait digitalisasi usaha, penerapan sistem pembayaran QRIS, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mengelola bisnis. Hal ini dianggap penting mengingat transformasi digital yang menjadi tren utama dalam dunia usaha saat ini, yang dapat membantu usaha kecil agar lebih efisien dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Disurvei 5 Kali Sejak 2023, Abrasi Kalikutho Tak Masuk Prioritas: Tunggu Jebol Baru Ditangani?

 

Narasumber utama Fadli dan Yuli dari Inamriko, lembaga yang bergerak dalam pengembangan usaha mikro fokus pada beberapa bidang kunci: digitalisasi proses bisnis, pembangunan merek (branding), penataan legalitas usaha, serta implementasi solusi pembayaran modern. Didirikan pada tahun 2019 sebagai karya anak bangsa, Inamikro telah berhasil membantu ribuan pelaku usaha mikro di berbagai daerah untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar mereka.

Dalam sesi paparan, narasumber menjelaskan bahwa QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan salah satu proyek strategis negara yang paling sukses dalam bidang digitalisasi pembayaran. Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 55 juta orang di Indonesia secara aktif menggunakan QRIS untuk melakukan transaksi pembayaran sehari-hari, baik untuk keperluan bisnis maupun transaksi pribadi. Sistem pembayaran berbasis kode QR ini tidak hanya mempermudah proses transaksi dan mengurangi risiko penggunaan uang tunai, namun juga membantu pelaku UMKM untuk terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi digital nasional. Selain itu, narasumber juga memberikan gambaran umum tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil dalam berbagai aspek, seperti analisis tren pasar, manajemen stok barang, hingga personalisasi layanan bagi pelanggan.

Baca Juga  Komunitas Pasar Budaya Arahiwang Audiensi dengan Wakil Bupati Purworejo

 

Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang antusias, di mana para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait dengan penerapan teknologi dalam usaha mereka. Banyak peserta yang menyampaikan bahwa seminar ini memberikan wawasan baru dan motivasi untuk mengembangkan usaha mereka menuju kemandirian finansial yang lebih baik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *