BERITA

USHP UJB PERKUAT SILATURAHMI DAN WARISAN GERAKAN MELALUI SOWAN ALUMNI

144
×

USHP UJB PERKUAT SILATURAHMI DAN WARISAN GERAKAN MELALUI SOWAN ALUMNI

Sebarkan artikel ini
Foto: Heru Nongko dan Mahasiswa UJB, dkk. (24/3/2026) 

YOGYAKARTA, TOMBAKRAKYAT.COM – Unit Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra (UJB) melaksanakan kegiatan sowan ke para alumni di Jakarta dalam rangka persiapan program Living Law (24/3/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi strategis untuk memperkuat arah gerakan akademik dan praktik hukum mahasiswa.

Walaupun di tengah momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah alumni tetap meluangkan waktu untuk menerima kunjungan tersebut. Hal ini menunjukkan kuatnya ikatan emosional antara alumni dan mahasiswa UJB yang terus terjaga lintas generasi.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Salah satu alumni yang menerima kunjungan tersebut adalah Bapak Heru Nongko. Dalam diskusi tersebut, dibahas rencana kegiatan Living Law yang akan dilaksanakan, termasuk agenda Seminar Nasional dengan tema “Negara, Korporasi, dan Kedaulatan Masyarakat Adat dalam Pusaran Konflik Kepentingan.”

Baca Juga  Outlook 2026 :Refleksi Kinerja Gubernur dan Wagub Jateng,Ekonomi Tumbuh Positif

“Program Living Law ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi upaya menghidupkan kembali peran hukum yang benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujar Dika, mahasiswa UJB.

Tidak hanya berfokus pada agenda akademik, pertemuan ini juga diwarnai dengan cerita nostalgia dari para alumni angkatan 1980-an dan 1990-an. Mereka mengenang masa-masa kuliah yang penuh dinamika, semangat perjuangan, serta keterlibatan aktif mahasiswa UJB dalam berbagai gerakan sosial dan hukum pada masanya.

“UJB sejak dulu dikenal sebagai kampus dengan tradisi gerakan yang kuat. Jangan sampai semangat itu terputus. Mahasiswa hari ini harus lebih berani, kritis, dan konsisten memperjuangkan keadilan,” tegas Heru Nongko.

Baca Juga  Ruwahan Massal Desa Jaten Digelar di Dua Makam, Kolaborasi dengan Sanggar Wayang Kulit

Dalam suasana santai namun bermakna, terjadi pertukaran cerita pengalaman antara alumni dan mahasiswa. Para alumni membagikan perjalanan mereka di dunia profesional, tantangan yang dihadapi, serta nilai-nilai yang mereka pegang sejak masa kuliah. Lebih dari itu, diskusi juga mengulas sejarah gerakan mahasiswa UJB yang dikenal aktif, kritis, dan memiliki kontribusi nyata dalam dinamika sosial.

Alumni menegaskan bahwa UJB sejak dahulu dikenal sebagai kampus yang melahirkan mahasiswa dengan semangat gerakan yang kuat. Oleh karena itu, mereka berpesan agar mahasiswa UJB hari ini tidak memutus mata rantai sejarah tersebut. Semangat kritis, keberanian bersuara, serta konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan harus terus dijaga dan dikembangkan.

Selain itu, para alumni juga mendorong mahasiswa untuk terus menciptakan kegiatan-kegiatan yang progresif dan berdampak, baik di ranah akademik maupun sosial. Mereka berharap program Living Law dapat menjadi salah satu wadah konkret dalam menghidupkan kembali semangat gerakan tersebut dalam konteks kekinian.

Baca Juga  PWI-LS Resmi Bentuk Kepengurusan Kecamatan Banyuurip, Bin Darmanto Terpilih sebagai Ketua

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara generasi lama dan generasi baru UJB. Melalui dialog, refleksi sejarah, dan pertukaran gagasan, diharapkan mahasiswa mampu mengambil peran aktif dalam melanjutkan tradisi intelektual dan gerakan yang telah diwariskan.
Ke depan, USHP UJB berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh realitas sosial masyarakat, sehingga hukum benar-benar hadir sebagai living law yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *