EKONOMI & BISNISOPINI & ANALISIS

Bisnis Properti Masih Menawarkan Peluang, IMMPRO Dorong Anak Muda dan Karyawan Bangun Penghasilan dari Industri Properti

90
×

Bisnis Properti Masih Menawarkan Peluang, IMMPRO Dorong Anak Muda dan Karyawan Bangun Penghasilan dari Industri Properti

Sebarkan artikel ini

Jakarta,TombakRakyat.com_Industri properti masih memiliki ruang untuk berkembang di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat semakin selektif dalam mengambil keputusan. Kebutuhan terhadap hunian yang terus ada, perkembangan kawasan penyangga kota, serta perubahan pola kebutuhan masyarakat menjadi sejumlah faktor yang membuat sektor properti tetap menarik untuk dipelajari dan dikembangkan.

Melihat kondisi tersebut,SIANGGARA., S.Th., S.H., S.Psi., M.H., M.Psi., Principal Agency IMMPRO, menilai industri properti tidak hanya dapat dilihat dari sisi kepemilikan aset, tetapi juga sebagai salah satu bidang bisnis yang dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk membangun penghasilan.

Menurut Sianggara, peluang tersebut terutama dapat dimanfaatkan oleh generasi muda dan karyawan yang ingin mengenal dunia bisnis tanpa harus langsung memiliki modal besar untuk membeli aset properti.

Saya melihat bisnis properti masih mempunyai ruang yang besar untuk dikembangkan. Kebutuhan hunian tetap ada, sementara banyak anak muda dan karyawan membutuhkan alternatif untuk membangun penghasilan tambahan. Properti dapat menjadi salah satu bidang yang dipelajari dan dijalankan secara bertahap,”** ujar **Sianggara**, Principal Agency IMMPRO.

Team

Tidak Harus Memiliki Properti untukMemulai

Menurut Sianggara, salah satu kesalahpahaman yang masih sering muncul adalah anggapan bahwa seseorang harus mempunyai modal besar atau memiliki aset terlebih dahulu untuk dapat masuk ke bisnis properti.

Baca Juga  MEMAHAMI HAK-HAK KONSUMEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

Padahal, seseorang dapat memulai dari sisi pemasaran dengan mempelajari produk, memahami kebutuhan calon konsumen, membangun jaringan, melakukan pemasaran dan membantu mempertemukan calon pembeli dengan produk yang sesuai.

“Untuk memulai bisnis properti, seseorang tidak selalu harus membeli properti terlebih dahulu. Ada jalur bisnis melalui pemasaran dan agency. Dari sana seseorang dapat belajar, membangun jaringan, mendapatkan pengalaman dan memperoleh penghasilan berdasarkan transaksi yang berhasil dilakukan,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa bisnis properti bukanlah bisnis yang menjanjikan keuntungan instan.

Seorang agen tetap dituntut memahami produk yang ditawarkan, kondisi lokasi, harga, proses pembiayaan, aspek legalitas serta kebutuhan calon konsumen.

Anak Muda Memiliki Ruang untuk Berkembang

Perkembangan teknologi digital juga memberikan perubahan terhadap cara properti dipasarkan. Media sosial dan platform digital memungkinkan seorang agen membangun jaringan dan menjangkau calon konsumen secara lebih luas.

Kondisi tersebut, menurut Sianggara, membuka ruang bagi anak muda untuk memasuki industri properti dengan pendekatan yang lebih modern.

“Anak muda sekarang memiliki kekuatan pada teknologi dan jaringan digital. Kalau kemampuan tersebut dipadukan dengan pengetahuan tentang properti, kemampuan komunikasi dan integritas, saya melihat ada ruang yang cukup besar bagi mereka untuk berkembang,”katanya.

Baca Juga  Harlah NU 2026: Menjaga NU Tetap Bermakna dan Gugatan atas Khittah

Hal yang sama juga berlaku bagi karyawan yang ingin memiliki sumber penghasilan tambahan. Bisnis properti dapat dijalankan secara bertahap dengan tetap memperhatikan tanggung jawab terhadap pekerjaan utama.

Membangun Bisnis Berbasis Kepercayaan

Bagi IMMPRO, bisnis properti bukan semata-mata mengenai menjual rumah atau tanah.

Hubungan antara agen dan konsumen dibangun melalui kepercayaan. Karena itu, kemampuan memberikan informasi yang benar dan transparan menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis properti secara profesional.

“Jangan sampai masyarakat hanya melihat bisnis properti sebagai bagaimana mendapatkan komisi. Ada tanggung jawab kepada konsumen. Agen harus memahami apa yang dijual dan memberikan informasi yang benar. Kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis ini,”tegas Sianggara.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia akan menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan industri properti ke depan.

Dari Agen Menuju Pengusaha Properti

IMMPRO melihat perjalanan seseorang dalam industri properti dapat dilakukan secara bertahap.

Seseorang dapat memulai dari belajar, kemudian menjadi agen, membangun jaringan, memperoleh pengalaman dan penghasilan, berkembang menjadi leader, hingga pada tahap tertentu memiliki kemampuan untuk membangun atau berinvestasi pada asetnya sendiri.

Model tersebut memberikan perspektif bahwa bisnis properti tidak selalu harus dimulai dari kepemilikan aset, tetapi dapat diawali dari kemampuan membangun jaringan dan memahami pasar.

Baca Juga  KOPDES MERAH PUTIH DAN PEMANGKASAN DD HINGGA 80℅: Beban Psikologi Kepala Desa?

“Saya ingin masyarakat memahami bahwa menjadi pelaku bisnis properti tidak harus menunggu kaya terlebih dahulu. Bisa dimulai dari belajar, membangun jaringan, bekerja dengan benar dan menghasilkan dari transaksi. Dari pengalaman dan penghasilan tersebut, seseorang dapat membangun langkah berikutnya,” ujar Sianggara.

Meski demikian, ia mengingatkan setiap keputusan dalam bisnis maupun investasi properti tetap harus dilakukan secara rasional dengan mempertimbangkan kemampuan finansial, lokasi, legalitas, kebutuhan dan risiko.

Sianggara

IMMPRO Ingin Membangun Ekosistem Bisnis Properti

Ke depan, IMMPRO melihat peluang industri properti tidak hanya berada pada transaksi rumah tinggal, tetapi juga pada berbagai kebutuhan properti yang berkembang mengikuti pertumbuhan masyarakat dan kawasan.

Karena itu, IMMPRO ingin mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan menjual, tetapi juga memiliki pengetahuan, etika dan kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

“Bagi saya, bisnis properti bukan sekadar menjual rumah. Ini tentang membangun jaringan, membangun kepercayaan, membuka kesempatan dan menciptakan kemampuan ekonomi secara bertahap. Kalau dikelola dengan pengetahuan dan integritas, industri properti dapat menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk berkembang,” pungkas SIANGGARA., S.Th., S.H., S.Psi., M.H., M.Psi., Principal Agency IMMPRO.