SOCIAL & BUDAYABERITA

Bupati Kendal Apresiasi Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono

102
×

Bupati Kendal Apresiasi Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono

Sebarkan artikel ini
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari bersama lima finalis, Teater Apotek SMK Duta Karya Kudus, Teater Sansa SMA Negeri 1 Purwanegara Banjarnegara, Teater Pena Fiksi SMK Bina Utama Kendal, Teater Cakrawala SMA Negeri 6 Purworejo, Teater Emas MAN 1 Tegal.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari bersama lima finalis, Teater Apotek SMK Duta Karya Kudus, Teater Sansa SMA Negeri 1 Purwanegara Banjarnegara, Teater Pena Fiksi SMK Bina Utama Kendal, Teater Cakrawala SMA Negeri 6 Purworejo, Teater Emas MAN 1 Tegal.

KENDAL, TOMBAKRAKYAT.com — Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi pelaksanaan Puncak Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono yang digelar di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kendal, Jumat (26/9/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan diri, ajang kreativitas, serta upaya menumbuhkan ekosistem sastra, teater, pendidikan, dan kebudayaan di Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah.

 

Dalam sambutannya, Dyah Kartika Permanasari menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival.

 

Festival ini melalui dua tahap penjurian. Dari 17 pendaftar yang mengirimkan video dengan teknik perekaman sekali jadi tanpa jeda, disaring menjadi 5 kelompok finalis yang mementaskan karyanya di atas panggung di hadapan 5 dewan juri pada Sabtu siang.

Baca Juga  Sosialisasi PKPU Nomor 03 Tahun 2025 Digelar KPUD Karanganyar, Dihadiri 18 Partai dan Berbagai Stakeholder
Penampilan Teater Penafiksi SMK Bina Utama Kendal
Penampilan Teater Penafiksi SMK Bina Utama Kendal

Tiga juri yang sejak awal menyaring peserta melalui penilaian video adalah Giri Basuki Widodo dari Teater Koma Jakarta, Mahmud El Qadriean dari ASDRAFI Yogyakarta, dan Sofiyan dari Teater Semut Kendal. Ditambah Dr. Turahmat dari Unissula Semarang dan pegiat teater Daniel Godan Exaudi, alumni ASDRAFI Yogyakarta.

 

Menurut Daniel Exaudi Godan dalam wawancara di sela penjurian, tidak ada pemakluman terhadap kualitas karya yang sudah dipentaskan.

 

“Komponen pendukung seperti keaktoran, penyutradaraan, artistik panggung, ilustrasi musik, dan pencahayaan harus membangun kualitas sebuah pertunjukan. Bukan berarti pelajar boleh mengesampingkan kualitas, namun wajib mengangkat dan menghormati sebuah naskah yang digarap agar tidak terjadi penurunan kualitas pengkaryaan,” tegasnya.

 

Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) mengatakan, rangkaian kegiatan ini diawali dengan pelatihan penulisan naskah dan keaktoran untuk komunitas teater di Kendal. Peserta pelatihan kemudian ikut mementaskan naskah karya Sri Murtono di malam puncak festival.

Baca Juga  Bumi Lavanaa Cup Season 1 MLBB Jadi Wadah Positif Anak Muda dan Dorong Pengembangan BUMDes

 

Naskah Wahyu Sasongko Jati itu disutradarai Akhmad Sofiyan Hadi dan dilakonkan oleh peserta pelatihan serta Teater Atmosfer Kendal. Pemilihan naskah karya Sri Murtono bukan tanpa sebab, melainkan menjawab tantangan dari Nur Iswantara, penulis biografi Sri Murtono. Menurutnya, sejauh ini belum ada yang mementaskan naskah tersebut.

Kolaborasi teater Atmosfer dengan peserta pelatihan kepenulisan naskah dan keaktoran.
Kolaborasi teater Atmosfer dengan peserta pelatihan kepenulisan naskah dan keaktoran.

Festival ini sekaligus upaya mengenalkan dan mengingat kembali seorang putra daerah Kendal yang lahir di Cepiring dan memiliki karya besar di bidang teater. Sri Murtono merupakan pendiri ASDRAFI Yogyakarta.

 

Senada dengan Presiden PSK, Nur Iswantara, penulis buku  Sri Murtono: Teater Tak Pernah Usai, Sebuah Biografi, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa Sri Murtono meninggalkan warisan pemikiran dan kiprah luar biasa di dunia seni, terutama teater modern.

Baca Juga  Buka Kendal Merdeka Drag Bike 2026, Bupati Kendal: Ini Wadah Resmi Pembuktian Prestasi, Bukan Balap Liar

 

Dalam pidato kebudayaan di awal acara, Paox Iben dari Ndalem Wongsorogo Brangsong mengatakan bahwa teater itu seperti laku kehidupan sehari-hari.

 

Dari lima finalis, Teater Apotek SMK Duta Karya Kudus berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua ditempati Teater Emas MAN 1 Tegal, sementara Teater Pena Fiksi SMK Bina Utama Kendal meraih juara ketiga. Selanjutnya Teater Sansa – SMA Negeri 1 Purwanegara di posisi keempat dan juara kelima adalah Teater Cakrawala – SMA Negeri 6 Purworejo

 

Festival diharapkan tidak berhenti hanya sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan generasi baru pelaku teater di Jawa Tengah.