SPOT NEWS

Bendung Kedungasem Dibuka : Nelayan Tawang Siaga Jaga Kapal

641
×

Bendung Kedungasem Dibuka : Nelayan Tawang Siaga Jaga Kapal

Sebarkan artikel ini
nelayan berjaga di kapal kapal mereka dan sekitar lokasi tambatan kapal untuk memastikan kapal tidak hanyut atau mengalami kerusakan akibat arus. Selain itu, mereka memperkuat ikatan tambang serta memindahkan peralatan melaut ke tempat yang lebih aman.

KENDAL, TOMBAKRAKYAT.com – Sejumlah nelayan di Desa Gempol Sewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, tampak bersiaga menjaga kapal-kapal mereka di masing-masing tambatan, menyusul datangnya air kiriman dari wilayah hulu yang mulai menggenangi sejumlah dukuh.

Banjir dipicu hujan deras sejak dua hari lalu yang menyebabkan limpasan Bendung Kedungasem pada pukul 04.00 WIB, tinggi, muka air bendung tercatat mencapai status awas dengan ketinggian sekitar 300 sentimeter. Air kiriman dari hulu diperkirakan tiba di wilayah Tawang dalam waktu kurang lebih dua jam.

Baca Juga  DIDUGA TERCEBUR DI KALI ITEM SUNTER AGUNG, KORBAN BELUM DITEMUKAN HINGGA MALAM HARI

Mengantisipasi kenaikan debit air, para nelayan berjaga di kapal kapal mereka dan sekitar lokasi tambatan kapal untuk memastikan kapal tidak hanyut atau mengalami kerusakan akibat arus. Selain itu, mereka memperkuat ikatan tambang serta memindahkan peralatan melaut ke tempat yang lebih aman.

Pelataran parkir TPI Tawang, PPP dan Pasar Desa Gempol sewu terendam banjir

“Ini baru banjir permulaan, biasanya datangnya siang. Banjir yang benar-benar besar justru sering datang tengah malam,” ujar Harsono, salah seorang nelayan setempat.

Baca Juga  Lagi, Kepala Daerah Terjerat Korupsi: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK

Genangan air dilaporkan merendam beberapa dukuh di Desa Gempol Sewu. Akses jalan menuju Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di depan pasar desa juga terendam air dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas warga dan nelayan.

Meski demikian, pada pagi hari ketinggian air terpantau mulai berangsur surut. Masyarakat berharap hujan di wilayah hulu segera reda agar banjir tidak kembali meninggi dan aktivitas ekonomi warga pesisir dapat kembali normal.

Baca Juga  Geger! Warga Ringinarum Kendal Temukan Bayi Laki-Laki Tergeletak di Kebun

Hingga berita ini diturunkan, warga dan nelayan masih tetap siaga sambil memantau perkembangan debit air dan kondisi cuaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *