CITEUREUP, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT,TombakRakyat.com_Sebanyak 25 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disalurkan kepada para pengayuh becak di kawasan Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10/2026). Jumlah tersebut menjadikan Kecamatan Citeureup sebagai wilayah dengan penerima bantuan becak listrik terbanyak di Kabupaten Bogor.
Dari total 130 unit becak listrik yang dialokasikan untuk masyarakat di Kabupaten Bogor, sebanyak 25 unit diberikan kepada para pengayuh becak yang sehari-hari mencari nafkah di sekitar Pasar Citeureup, tepatnya di depan Polsek Citeureup.
Camat Citeureup, Maman Nurpadilah, membenarkan bahwa wilayahnya memperoleh alokasi bantuan terbanyak dibandingkan kecamatan lainnya di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pengayuh becak, khususnya mereka yang telah berusia lanjut dan selama ini mengandalkan tenaga fisik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ia juga menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan sebagai pengayuh becak.
Maman mengingatkan para penerima agar menjaga dan memanfaatkan becak listrik sesuai peruntukannya. Bantuan tersebut tidak boleh dialihkan kepada orang lain ataupun diperjualbelikan.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada para pengayuh becak di wilayah Kecamatan Citeureup.
Pendataan Dilakukan Hampir Satu Bulan
Sementara itu, Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Citeureup, Gilang Permadi, mengungkapkan bahwa proses pendataan calon penerima bantuan telah dilakukan selama hampir satu bulan sebelum penyaluran berlangsung.
Pendataan tersebut dilakukan dengan mendatangi para pengayuh becak di kawasan pasar guna memastikan calon penerima bantuan dapat teridentifikasi dengan baik.
Menurut Gilang, proses verifikasi bahkan mengharuskan tim melakukan kunjungan berulang kali ke lokasi. Hal itu dilakukan untuk mencocokkan data para pengayuh becak yang sebelumnya telah mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP).
Dari hasil pendataan tersebut, sebanyak 25 orang ditetapkan sebagai penerima becak listrik di Kecamatan Citeureup.
Gilang menjelaskan, penerima bantuan tidak seluruhnya merupakan warga asli Citeureup. Sebagian di antaranya telah menetap dan bekerja di wilayah tersebut selama 10 hingga 15 tahun.
Ia berharap para pengayuh becak yang telah menerima bantuan dapat memanfaatkannya untuk menunjang aktivitas pekerjaan sekaligus meningkatkan kenyamanan saat mencari nafkah.
Diharapkan Meringankan Beban Pengayuh Becak
Penyaluran becak listrik ini diharapkan menjadi angin segar bagi para pekerja sektor informal, terutama pengayuh becak yang selama bertahun-tahun mengandalkan tenaga fisik untuk mengangkut penumpang.
Dengan adanya bantuan tersebut, para penerima diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih ringan.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan memastikan pemanfaatan bantuan berjalan sesuai tujuan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan becak listrik di Citeureup pun menjadi perhatian tersendiri karena jumlah penerimanya tercatat paling banyak dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Bogor, dengan total 25 unit dari keseluruhan 130 unit yang disalurkan di wilayah tersebut.












