BERITA

DEMONSTRASI DRIVER ONLINE DI JAKARTA BERUJUNG TEKANAN KUAT DI ISTANA NEGARA

114
×

DEMONSTRASI DRIVER ONLINE DI JAKARTA BERUJUNG TEKANAN KUAT DI ISTANA NEGARA

Sebarkan artikel ini

Jakarta — TombakRakyat.com Kamis, 2 Juli 2026 Lapangan Banteng menjadi titik awal konsolidasi aksi besar ratusan pengemudi transportasi daring roda dua dan roda empat (ojek online dan taksi online) yang datang dari wilayah Jabodetabek. Aksi yang diperkirakan melibatkan sekitar 500 peserta ini bergerak secara bertahap menuju kawasan Istana Negara sebagai bentuk protes atas kebijakan potongan aplikator dan stagnasi regulasi transportasi online.

Sejak pukul 13.00 WIB, pengemudi roda dua mulai memadati area Lapangan Banteng, disusul oleh pengemudi roda empat sekitar pukul 14.00 WIB. Koordinator lapangan kemudian melakukan konsolidasi cepat sebelum massa bergerak secara konvoi menuju pusat pemerintahan dengan kendaraan masing-masing.

Massa Tembus dan Tertahan di Dua Titik Pengamanan

Baca Juga  Kades Gempolsewu Akhirnya Buka Akses Jaringan Internet yang Dipasang di 9 Rumah Perangkat Desa, Warga Pertanyakan Kinerja Inspektorat Kabupaten Kendal

Perjalanan aksi sempat memanas ketika massa berhasil menembus blokade awal aparat di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepat di depan Balai Kota. Namun, laju massa kembali tertahan saat menghadapi barikade lanjutan di depan BSI Tower.

Di titik kedua inilah aparat berhasil menghentikan pergerakan massa, sehingga aksi dipusatkan di badan jalan Medan Merdeka Selatan. Meski terjadi ketegangan, situasi tetap terkendali tanpa eskalasi kekerasan besar yang dilaporkan.

Tuntutan: Potongan 8%, Tarif Layak, dan Regulasi Perpres

Aksi ini dipicu implementasi potongan 8% yang mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2026, yang dinilai belum berjalan adil terutama bagi pengemudi roda dua.

Adapun tuntutan utama massa aksi meliputi:

Baca Juga  MENJELANG TAHUN BARU, PELELANGAN IKAN TAWANG MENUNJUKAN GELIAT AKTIFITASNYA

Penerapan potongan 8% secara merata untuk seluruh layanan (R2 dan R4)

Kenaikan tarif dasar bersih per kilometer berbasis kajian ulang

Desakan percepatan pengesahan dan pengundangan Perpres No. 27 Tahun 2026 sebagai dasar hukum transportasi online yang dinilai lebih berpihak pada kesejahteraan driver

Jaminan ketersediaan BBM jenis Pertalite yang disebut mulai sulit diperoleh di lapangan

Dialog dengan Pemerintah: Janji Disampaikan ke Pimpinan

Sekitar pukul sore hari, sejumlah perwakilan massa diterima oleh staf khusus Kementerian Sekretariat Negara. Perwakilan pemerintah kemudian turun langsung menemui peserta aksi dan naik ke mobil komando untuk memberikan penjelasan terbuka di hadapan massa.

Dalam pernyataannya, pihak Kementerian Sekretariat Negara menyampaikan bahwa seluruh aspirasi pengemudi akan diteruskan kepada pimpinan nasional. Terkait Perpres No. 27 Tahun 2026, pemerintah menyebutkan bahwa prosesnya masih berada pada tahap administrasi birokrasi.

Baca Juga  GENERASI MUDA MARAH : NEGARA TAK BISA ATASI MASALAH LINGKUNGAN.

Aksi Berakhir Damai

Menjelang pukul 17.30 WIB, aksi dinyatakan selesai secara damai. Massa membubarkan diri setelah pembacaan doa bersama yang dipimpin perwakilan pengemudi.

Tidak terdapat laporan resmi mengenai kerusakan fasilitas publik dalam skala besar, sementara aparat tetap melakukan pengamanan hingga massa benar-benar meninggalkan lokasi.

Catatan Redaksi : Redaksi bersikap netral dalam pemberitaan ini. Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, redaksi membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang berkepentingan terhadap isi pemberitaan ini.