BERITADAERAHSOCIAL & BUDAYA

Festival Kopi Tanah Para Raja 2026 Digelar di Samosir, Kopi Sumatera Utara Siap Menembus Pasar Dunia

400
×

Festival Kopi Tanah Para Raja 2026 Digelar di Samosir, Kopi Sumatera Utara Siap Menembus Pasar Dunia

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR, TOMBAKRAKYAT.com — Aroma kopi yang baru disangrai kembali memenuhi udara di tepian Danau Toba. Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, akan menjadi pusat perhatian para pecinta kopi saat Festival Kopi Tanah Para Raja 2026 digelar pada 6–9 Agustus 2026. Selama empat hari, festival ini mempertemukan petani, processor, roaster, barista, pelaku UMKM, hingga penikmat kopi dalam satu panggung yang memadukan cita rasa, budaya, dan pariwisata.

 

Festival Kopi Tanah Para Raja pertama kali diselenggarakan pada 20–21 Juli 2024 sebagai bagian dari rangkaian Tao Toba Jou-Jou Festival X Digifest 2024 yang diinisiasi Bank Indonesia Sibolga. Ajang ini merupakan pengembangan dari Festival Kopi Samosir yang telah lebih dahulu digelar oleh komunitas kopi setempat sejak 2019.

 

Sejak awal, festival ini mengusung misi besar untuk memperkenalkan kopi-kopi unggulan Sumatera Utara ke pasar nasional hingga mancanegara. Beragam kopi khas dari Mandailing, Lintong, Sipirok, Toba, Tapanuli Utara, hingga Samosir dipromosikan dalam satu wadah yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memperkuat ekosistem kopi dari hulu hingga hilir.

Baca Juga  2 Bulan Pasca Sidak Satpol PP, Dugaan Alih Fungsi Lahan di Gempolsewu Belum Jelas Statusnya

 

Perjalanan festival ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada 2025, Festival Kopi Tanah Para Raja naik kelas dengan dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi resmi Regional 3 Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Sejumlah ajang bergengsi, seperti Indonesia Brewers Cup dan Indonesia Cup Tasters Championship, digelar di Hotel Labersa Samosir. Momentum tersebut menegaskan semakin besarnya perhatian terhadap kualitas dan potensi kopi Sumatera Utara di tingkat nasional.

 

Memasuki tahun 2026, festival hadir dengan skala yang lebih besar dan menjadi salah satu agenda utama dalam Festival Tao Toba Jou-Jou 2026. Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari Festival Kopi Tanah Para Raja, kompetisi manual brew, cup taster, barista creation, pameran UMKM, Festival Ulos Boru Ni Raja, Festival Budaya Batak, Festival Kuliner Batak, talkshow, parade agrobudaya, hingga pertunjukan musik yang menghadirkan artis nasional dan lokal.

Baca Juga  DJKI dan Kanwil Kemenkum Sumut Awasi IG Kopi Arabika Sipirok dari Kebun hingga Penjualan

 

Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kehadiran 17 petani dan processor kopi dalam ajang Exotic Beans Tanah Para Raja. Para peserta berasal dari berbagai sentra kopi terbaik di Sumatera Utara, seperti Samosir, Tapanuli Selatan (Sipirok), Tapanuli Utara, Mandailing Natal, dan Humbang Hasundutan.

 

Mereka menampilkan kopi dengan beragam metode pengolahan, mulai dari Full Wash, Natural, Natural Anaerob, Dark Room Drying Natural, Natural Hydro Honey, Natural Classic, hingga Wet Hull. Keragaman proses tersebut menunjukkan bahwa kopi Sumatera Utara tidak hanya kaya akan karakter daerah asal, tetapi juga terus berkembang melalui inovasi pascapanen yang menghasilkan profil rasa unik pada setiap cangkir.

 

Varietas yang dipamerkan pun sangat beragam. Selain Ateng Super, terdapat P88, Sigararutang, Mix Varieties, hingga Excelsa yang dibudidayakan di dataran tinggi pada ketinggian sekitar 600 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis tersebut menjadi faktor penting yang membentuk aroma, tingkat keasaman, body, serta cita rasa khas yang menjadikan kopi Sumatera Utara dikenal para penikmat kopi dunia.

Baca Juga  Reses Joko Siswanto di Jatinom, Sosialisasikan Raperda Pilkades Dan BPD untuk Jaga Kondusivitas di Tingkat Dukuh

 

Lebih dari sekadar festival, ajang ini menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan petani dengan pembeli, pelaku usaha dengan investor, serta sektor pariwisata dengan ekonomi kreatif. Kehadirannya membuka peluang pasar yang lebih luas bagi kopi lokal, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Batak kepada wisatawan dari berbagai daerah.

 

Dari tepian Danau Toba, secangkir kopi tidak hanya menyajikan kenikmatan rasa. Di balik setiap seduhan tersimpan cerita tentang kerja keras para petani, inovasi para processor, kreativitas para barista, dan semangat masyarakat menjaga warisan kopi Nusantara. Festival Kopi Tanah Para Raja 2026 menjadi bukti bahwa kopi Sumatera Utara terus tumbuh, berkembang, dan semakin percaya diri menorehkan jejaknya di panggung nasional maupun internasional.

: IAB