EKONOMI & BISNIS

Indramayu Menjerit, Harga Gas Melon 3 Kg Tembus Rp27 Ribu, Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata

77
×

Indramayu Menjerit, Harga Gas Melon 3 Kg Tembus Rp27 Ribu, Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

TombakRakyat.com – INDRAMAYU, 8/8/26– Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau yang dikenal dengan sebutan gas melon kembali membuat masyarakat Indramayu resah. Tabung yang seharusnya menjadi energi bersubsidi bagi masyarakat kecil justru mengalami lonjakan harga di tingkat pengecer hingga mencapai Rp27.000 per tabung.

Kondisi tersebut membuat warga harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. Padahal, gas melon merupakan program subsidi pemerintah yang semestinya memiliki mekanisme pengawasan ketat agar harga tetap sesuai aturan.

Salah seorang warga, Kholil, mengaku harus dua kali bolak-balik mencari gas 3 kilogram lantaran uang yang dibawanya tidak cukup akibat kenaikan harga yang terjadi secara tiba-tiba.
“Biasanya saya beli sekitar Rp20.000, hari ini saya membawa uang Rp24.000. Saat ke warung Madura ternyata masih kurang Rp1.000, akhirnya saya pulang minta tambahan uang Rp2.000,” ungkapnya.

Baca Juga  Priyo Bibit, Pusat Bibit Hortikultura Lengkap di Purworejo

Namun, perjuangan mencari gas murah belum selesai. Kholil kemudian melihat sebuah toko bahan bangunan yang menyediakan beberapa tabung gas melon. Ketika hendak membeli satu tabung, ia kembali dikejutkan dengan harga yang jauh lebih tinggi.
“Di toko bahan bangunan itu ada banyak tabung gas. Setelah saya ambil satu dan mau bayar, ternyata harganya Rp27.000. Saya hanya bisa menghela napas, ternyata harga gas melon di Indramayu sudah sangat mahal,” katanya.

Kondisi ini menjadi gambaran keresahan masyarakat kecil yang terpaksa tetap membeli meski harga melambung. Kelangkaan pasokan membuat warga tidak memiliki banyak pilihan selain menerima harga yang ditentukan pedagang.

Baca Juga  Di Tengah Sorotan Bantuan Tak Tepat Sasaran, Warga Krandegan Justru Pilih Graduasi Mandiri dari PKH

Persoalan ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan dinas terkait. Pengawasan terhadap distribusi gas subsidi tidak boleh hanya berhenti di tingkat agen maupun distributor, tetapi harus dilakukan hingga tingkat pengecer atau warung yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

Jika ditemukan adanya permainan harga maupun penyimpangan distribusi dari rantai pasok gas subsidi, pemerintah harus berani mengambil langkah tegas. Jangan sampai subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu justru berubah menjadi keuntungan bagi segelintir pihak.

Masyarakat Indramayu berharap pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan saat persoalan sudah ramai diberitakan. Dibutuhkan pengawasan nyata, transparansi distribusi, serta langkah cepat untuk memastikan ketersediaan gas melon dengan harga yang wajar.

Baca Juga  TPI Wadas Jadi Sentra Pasar Ikan Terbesar di Kabupaten Serang

Apabila kondisi kelangkaan terus terjadi, masyarakat meminta pemerintah mempertimbangkan adanya operasi pasar atau pasar murah khusus gas elpiji 3 kilogram agar beban warga dapat berkurang.

Gas melon bukan sekadar tabung kecil berwarna hijau. Bagi masyarakat kecil, keberadaannya menyangkut kebutuhan dasar sehari-hari. Ketika harga naik tanpa kendali, maka yang paling terdampak adalah rakyat kecil yang menggantungkan hidup dari subsidi pemerintah.

Pemerintah Indramayu kini ditunggu langkah konkretnya. Regulasi harus berjalan, pengawasan harus dilakukan, dan subsidi harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

Hisam