EKONOMI & BISNIS

Kopi Arabika Sipirok Bukan Cuma Soal Rasa, Ada Nama yang Harus Dijaga

53
×

Kopi Arabika Sipirok Bukan Cuma Soal Rasa, Ada Nama yang Harus Dijaga

Sebarkan artikel ini

TAPANULI SELATAN, TOMBAKRAKYAT.com — Setelah bebeapa kali mengalami perubahan jadwal, kegiatan Pemantauan dan Pengawasan Produk Indikasi Geografis (IG) Terdaftar Kopi Arabika Sipirok akhirnya dimulai, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Tabo Kopi, Lingkungan Sumuran, Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan kekeluargaan. Pembahasan pun tidak hanya berkutat pada dokumen, tetapi menyentuh perjalanan Kopi Arabika Sipirok dari hulu hingga hilir.

Rombongan dari Kementerian Hukum bersama Ketua Tim Pengawasan Indikasi Geografis, Prof. Dr. Ir. Surip Mawardi, S.U., melakukan diskusi dengan pengurus Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Sipirok.

MPIG Kopi Arabika Sipirok diwakili Ketua MPIG, Irwan Alimuddin Batubara, bersama sejumlah pengurus lainnya. Turut hadir Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Fauzul Harahap.

Kegiatan ini sebenarnya telah dijadwalkan sejak 11 Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya beberapa kali mengalami perubahan. Jadwal kemudian bergeser ke awal September dan kembali berubah akibat kondisi penerbangan yang terdampak erupsi Anak Krakatau.

Baca Juga  Pengawas Proyek SPPG di Bayan Meninggal Dunia, Penyebab Masih Simpang Siur

Setelah beberapa kali menunggu, akhirnya pada 17 September 2026 kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Dalam diskusi, perkembangan kelembagaan MPIG Kopi Arabika Sipirok menjadi salah satu pokok pembahasan. Selain itu, dibicarakan pula perkembangan kopi mulai dari kebun dan petani, budidaya, produksi, panen dan pascapanen, pengolahan, mutu hingga pemasaran.

Ketua Tim Pengawasan Indikasi Geografis, Prof. Dr. Ir. Surip Mawardi, S.U., mengatakan kegiatan tersebut penting untuk melihat perkembangan IG Kopi Arabika Sipirok sekaligus memastikan kelembagaan dan produknya terus dijaga.

“Pengawasan ini penting untuk melihat perkembangan Indikasi Geografis Kopi Arabika Sipirok, termasuk bagaimana kelembagaan dan produk IG ini terus dijaga,” ujar Prof. Surip.

Bagi MPIG Kopi Arabika Sipirok, kegiatan pemantauan dan pengawasan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kelembagaan sekaligus memastikan identitas kopi tetap terjaga sepanjang rantai produksinya.

Baca Juga  Cetak Pengusaha Tangguh Era Digital, Pemkab Kendal Resmi Buka Sekolah Bisnis Angkatan I

Ketua MPIG Kopi Arabika Sipirok, Irwan Alimuddin Batubara, mengatakan pengawasan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi yang menaungi perlindungan dan pengembangan kopi tersebut.

“Bagi kami, pengawasan ini menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan MPIG dan memastikan Kopi Arabika Sipirok tetap terjaga dari hulu sampai hilir,” kata Irwan.

Indikasi Geografis bukan sekadar sertifikat yang kemudian disimpan dalam sebuah map. Di baliknya terdapat identitas wilayah, reputasi, karakteristik dan mutu produk yang harus dijaga bersama.

Karena itu, pengawasan menjadi bagian penting untuk melihat apakah perkembangan produk dan kelembagaan tetap berjalan sesuai dengan tujuan perlindungan Indikasi Geografis.

Kopi Arabika Sipirok sendiri telah memiliki status IG. Dengan identitas tersebut, nama Sipirok melekat pada produk yang dihasilkan dari wilayah geografis tertentu dan memiliki karakteristik yang berkaitan dengan daerah asalnya.

Tantangannya kini bukan hanya menghasilkan kopi berkualitas, tetapi bagaimana menjaga konsistensinya. Petani perlu diperkuat, kelembagaan MPIG harus terus dibangun, proses produksi perlu dijaga, dan hubungan dari kebun hingga pasar harus semakin baik.

Baca Juga  UANG SUDAH DITERIMA, BARANG TAK PERNAH DATANG : DUGAAN PENIPUAN DAN PENGGELAPAN DALAM TRANSAKSI JARAK JAUH HARUS DITINDAK TEGAS

Diskusi di Tabo Kopi menjadi salah satu langkah untuk melihat perjalanan tersebut secara lebih menyeluruh. Dari hulu sampai hilir, semua mata rantai memiliki peran dalam menjaga nama Kopi Arabika Sipirok.

Bang, kopi memang cuma diminum. Tetapi kalau namanya sudah membawa identitas sebuah daerah, ceritanya menjadi panjang.

Ada petani yang merawat kebun. Ada tanah yang memberi kehidupan. Ada proses panjang sebelum biji masuk mesin sangrai. Dan ada nama Sipirok yang ikut tercium bersama aroma kopi.

Maka, Indikasi Geografis bukan garis finis. Sertifikat boleh sudah ada, tetapi pekerjaan menjaga nama, mutu dan reputasi Kopi Arabika Sipirok harus terus berjalan.

Kopi boleh pahit. Perjalanan boleh berliku. Tetapi nama Sipirok harus tetap harum, dari kebun sampai ke cangkir.