PURWOREJO – TombakRakyat.com, – Bangunan mangkrak di lokasi proyek mini zoo Purworejo kembali memicu bencana. Setelah bertahun-tahun terbengkalai, konstruksi tersebut longsor saat hujan deras mengguyur wilayah itu pada bulan Ramadan lalu, memperparah kondisi lingkungan dan mengancam keselamatan warga.
Tak hanya merusak area sekitar, longsor juga memutus akses jalan warga. Akibatnya, tiga rumah di lokasi tersebut terisolir dan warga terpaksa memutar jauh untuk mencapai jalan utama.
Ningsih, warga RT 03 RW 04, Kelurahan Keseneng, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa peristiwa longsor terjadi beberapa kali dalam satu hari saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Kejadian yang pertama itu pukul 24.00 yang kedua pukul 14.00 dan yang ketiga itu sekitar habis Maghrib,” kata Ningsih saat ditemui di rumahnya pada Kamis (26/03/2026).
Rasa takut kini terus menghantui warga, terutama saat hujan turun di malam hari. Ningsih mengaku terpaksa mengungsi demi keselamatan.
“Rasanya takut mas, cemas kalau ada hujan saat malam hari. Sampai saat ini belum ada himbauan dari dinas terkait ataupun solusi untuk warga yang tinggal di sini. Yang peduli itu itu cuma dari pihak kepolisian yang memasang banner supaya warga tidak melintas dilokasi jalan yang putus,” ungkapnya.
Tak hanya akses jalan, longsor juga berdampak pada aliran sungai di belakang rumah warga yang kini terputus dan belum mendapatkan penanganan serius.
“Pernah datang dari PU dan katanya mau memperbaiki, namun masih menunggu proses hukum mini zoo yang saat ini belum ada kejelasan,” jelasnya.
Ironisnya, saat warga mencoba melihat kondisi lokasi longsor, justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan.
“Malah waktu kemarin habis longsor itu saat saya melihat-lihat lokasi yang longsor sempat dibentak oleh orang yang berada di lokasi mini zoo gak tau itu petugas atau siapa. Dia bilang ke saya jangan lihat-lihat dengan nada agak keras,” imbuhnya.
Warga pun berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi bencana susulan yang lebih besar.”Harapan saya mudah-mudahan pemerintah segera memberikan solusi terbaik untuk warga yang tinggal disekitar mini zoo ini. Tolong ini masalah keselamatan warga mohon untuk diperhatikan,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Keseneng, Abdul Fatah, mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait segera setelah menerima informasi. “Saya mendapat informasi melalui WhatsApp bahwa jalan yang berada di bawah lokasi mini zoo putus karena longsor. Waktu itu saya langsung berkoordinasi ke posko BPBD,” katanya.
Ia menyebut, langkah awal yang dilakukan adalah penanganan saluran air yang terdampak longsor.
“Untuk saluran irigasi yang tertutup longsor itu sudah dipasang pralon karena untuk mengaliri sawah di daerah Baledono,” ungkapnya.
Namun, untuk akses jalan warga yang terputus, hingga kini belum menjadi prioritas penanganan.
“Kalau menurut saya bangunan mini zoo itu tidak membahayakan bagi warga sekitar, kalau terjadi longsor lagi kami belum memikirkan untuk warga harus mengungsi atau tidak,” pungkasnya.
Sorotan juga datang dari mantan Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Angko Styarso Widodo. Ia menilai penanganan kasus dugaan korupsi proyek mini zoo berjalan lambat dan berlarut-larut.
“Kalau memang sudah terang siapa yang bertanggung jawab, kenapa penetapan tersangka masih bertele-tele. Proses hukum yang lambat ini justru menghambat Pemerintah Daerah dalam menentukan langkah konkret untuk kelanjutan mini zoo,” tegasnya.
“Akibatnya, proyek mangkrak, terjadi longsor, dan anggaran dari uang rakyat menjadi mubazir. Yang lebih disayangkan, masyarakat sampai sekarang juga tidak merasakan manfaatnya,” imbuh Angko.
Diketahui, proyek mini zoo tersebut dibangun pada tahun 2023 dengan anggaran APBD sebesar Rp 9,4 miliar. Proyek ini kini diduga menjadi ajang korupsi sejumlah pejabat di Kabupaten Purworejo.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih berada pada tahap penyidikan akhir oleh Kejaksaan Negeri Purworejo (per Februari 2026) dan menunggu hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara. sementara dampak nyata terus dirasakan warga di lapangan.












