BERITADAERAHPOLITIK & PEMERINTAHAN

Minim Sosialisasi, Warga Kudus Ramai-Ramai Tolak Sensus Ekonomi

243
×

Minim Sosialisasi, Warga Kudus Ramai-Ramai Tolak Sensus Ekonomi

Sebarkan artikel ini

KUDUS ,TOMBAK RAKYAT.COM – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Kudus menghadapi tantangan berat di dua pekan pertama.

Akibat kurangnya sosialisasi dan pemahaman, banyak warga yang enggan menerima kedatangan petugas sensus, hingga memicu aksi penolakan di beberapa wilayah.

Kondisi ini menempatkan Kabupaten Kudus berada di peringkat ke-5 terendah se-Jawa Tengah dalam capaian pendataan SE 2026.

Dari sembilan kecamatan yang ada, Kecamatan Kaliwungu mencatat angka progres paling minim, disusul oleh Kecamatan Jati, Kota, dan Bae yang capaiannya masih di bawah 20 persen.

Baca Juga  Så hittar du tryggt casino utan svensk licens

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, Eko Suharto, mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan adalah masalah keterbukaan informasi dan penolakan dari masyarakat.

Fluktuasi kondisi ekonomi saat ini membuat warga cenderung tertutup terhadap pendataan.

Bahkan, BPS Kudus mengkhawatirkan adanya kampanye penolakan yang terorganisir secara komunal di beberapa daerah akibat persepsi masyarakat yang terpecah.

Foto : Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, Eko Suharto dlm acra kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pendataan SE 2026 di Aula Kantor Kecamatan Kaliwungu, Selasa (30/6/2026).” mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan adalah masalah keterbukaan informasi dan penolakan dari masyarakat”.

“Rendahnya progres sensus ekonomi perlu disiasati dengan pendekatan yang humanis oleh petugas.

Baca Juga  Tanpa Izin Penutupan Jalan, Tak Ada Sosialisasi ke Warga hingga Flagman Tanpa APD, Kompetensi CV Meteor Jaya sebagai Pemenang Tender Dipertanyakan

Perlu sinergi dan sentuhan hati ke hati supaya program ini benar-benar diterima masyarakat,” ujar Eko Suharto saat memimpin kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pendataan SE 2026 di Aula Kantor Kecamatan Kaliwungu, Selasa (30/6/2026).

Selain faktor pemahaman, karakteristik wilayah juga menyulitkan 622 petugas door-to-door yang diterjunkan

. Di wilayah seperti Kaliwungu, mayoritas warga bekerja sebagai buruh industri rokok kretek, sehingga petugas harus lebih selektif dalam mengatur waktu kunjungan agar bisa bertemu langsung dengan responden.

Baca Juga  Regulations Governing Casino Uden Om Rufus Gambling Sites: En Guide til Dit Valg

Eko menegaskan bahwa kejujuran data sangat krusial bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan memberikan data yang valid, karena seluruh informasi dijamin kerahasiaannya.

“Kami pastikan data tersebut dijamin  kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk penarikan pajak,” pungkas Eko. Pihaknya berharap keterbukaan masyarakat akan meningkat menjelang berakhirnya masa pelaksanaan sensus pada 15 Agustus 2026 mendatang.