BERITAEdukasi

Pelatihan Jurnalistik TombakRakyat: Menampar Hoaks, Mengasah Etika, dan Menguji Mental Calon Wartawan

169
×

Pelatihan Jurnalistik TombakRakyat: Menampar Hoaks, Mengasah Etika, dan Menguji Mental Calon Wartawan

Sebarkan artikel ini

TombakRakyat.com – Purworejo — Di tengah derasnya arus informasi instan yang sering kali lebih cepat daripada verifikasi, Media TombakRakyat memilih jalur yang tidak populer namun esensial: mendidik. Puluhan calon jurnalis dari berbagai daerah berkumpul di Bumi Lavanaa, Megulungkidul, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, pada Sabtu, 7 Februari 2026, mengikuti Pelatihan Jurnalistik Media TombakRakyat.

Team redaksi TR, bersama mentor Ibu Marni (Foto Dok TR)

Pelatihan ini bukan sekadar seremoni kumpul wartawan atau formalitas sertifikat. Sejak awal, kegiatan diarahkan untuk satu tujuan tegas: mencetak jurnalis yang kompeten, beretika, dan tahan godaan sensasi.

Baca Juga  Pastikan Hak Konstitusional Klien, Tim Kuasa Hukum Lakukan Pendampingan di Polresta Cilacap Terkait Dugaan TPPO

Pemateri utama, Sumarni Utamining—jurnalis senior dari Harian Koran Joglo Jateng—tampil lugas, tajam, dan karismatik. Dengan gaya tutur yang hidup, Marni membedah realitas dunia jurnalistik hari ini: mulai dari cara menggali fakta, membedakan opini dan data, hingga bahaya fatal menulis tanpa sumber jelas. Materi disampaikan tanpa menggurui, tapi cukup “menampar” mereka yang masih menganggap jurnalisme sebatas menyalin rilis dan mengejar viral.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Peserta tampak antusias, bahkan ketika topik yang dibahas menyentuh sisi paling sensitif dunia pers: kode etik jurnalistik. Dalam sesi ini, ditegaskan bahwa wartawan bukan sekadar pembawa kabar, melainkan penjaga akal sehat publik. Salah kutip, satu sumber palsu, atau keberpihakan tersembunyi bisa menjelma hoaks yang merusak kepercayaan masyarakat.

Baca Juga  STIES Babussalam Jombang Resmi Miliki Lima Program Studi, Prodi PIAUD Pertama Hadir di Kabupaten Jombang
Kebersamaan Pagi/8 Feb 26 – sebelum team redaksi pulang ke kota asal (foto Dok+TR)

“Jurnalis wajib mencari sumber, memverifikasi narasumber, dan memastikan berita tidak berdiri di atas asumsi,” menjadi benang merah materi yang disampaikan. Pesan ini terasa relevan di era ketika kecepatan sering mengalahkan kebenaran.

Pada sesi penutup, Pemimpin Redaksi TombakRakyat, Muhamad Heru Priono, menegaskan sikap redaksi. Dalam pesannya, Heru meminta seluruh peserta untuk menjadi wartawan yang tangguh, berani, namun tidak kehilangan nurani.

Baca Juga  Tombak Rakyat Gelar Pelatihan Jurnalistik Untuk Mencetak Wartawan Kompeten dan Beretika

> “Jadilah wartawan yang tidak berpihak ke mana pun, berimbang, dan tetap menjunjung tinggi kode etik dalam mencari serta menyajikan berita,” tegas Heru.

Pelatihan ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar anggota—sebuah penegasan bahwa di balik ketajaman pena, jurnalisme tetap dibangun di atas kebersamaan dan tanggung jawab moral.

Mas Bro

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *