KENDAL ,TOMBAK RAKYAT.COM – Ratusan pengusaha peternak ayam menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Alun-alun Kendal pada Senin, 10 Agustus 2026.Aksi protes ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas setelah massa menutup akses jalan raya utama, yang mengakibatkan kemacetan panjang di sekitar lokasi.
Informasi mengenai unjuk rasa ini pertama kali beredar luas melalui unggahan akun Instagram @liputan.kendal.terkini. Dalam unggahan tersebut, terlihat para peternak mulai memadati kawasan Alun-alun sejak pagi hari untuk menyuarakan keresahan mereka langsung kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal.
Sebagai bentuk protes simbolis atas kondisi yang mereka alami, para peternak melakukan aksi mengebor di sekitar area Alun-alun dan melepaskan sedikitnya 50.000 ekor ayam ke jalan.
Aksi pelepasan puluhan ribu ayam ini memicu perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.

Diketahui, demonstrasi ini dipicu oleh keresahan mendalam para peternak terhadap melonjaknya harga pakan yang tidak sebanding dengan anjloknya harga telur di pasaran Lingkar Jateng.
Kondisi tersebut dinilai sangat menjerat dan merugikan keberlangsungan usaha mereka Lingkar Jateng. Dalam aksinya, massa membawa empat tuntutan utama, yaitu menurunkan harga pakan, menaikkan harga telur, menghapus monopoli impor bahan baku, dan mencukupi kebutuhan peternak lokal.
Merespons situasi tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turun langsung ke lapangan untuk menemui para peserta aksi .
Tidak sendirian, Bupati yang akrab disapa Mbak Tika ini didampingi oleh sejumlah pejabat daerah penting dan unsur Forkopimda Kendal, di antaranya Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy serta Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq.
Pertemuan tersebut berjalan damai. Di hadapan ribuan peternak yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS), Bupati Tika menyatakan apresiasinya atas penyampaian aspirasi ini dan menegaskan komitmen Pemkab bersama DPRD Kendal untuk mengawal serta meneruskan tuntutan para peternak langsung ke pemerintah pusat .
Aksi unjuk rasa ini tidak hanya terjadi di Kendal, Gerakan protes para peternak ayam ini dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Jawa Tengah, meliputi Pekalongan, Temanggung, Wonosobo, Magelang, Pati, Batang, dan Grobogan.












