BERITA

Reses Yudi Kusnandar S.E : Program KWT Tahun 2027 Berjalan, Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Keluarga

35
×

Reses Yudi Kusnandar S.E : Program KWT Tahun 2027 Berjalan, Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Keluarga

Sebarkan artikel ini

Klaten,TombakRakyat.com _Anggota DPRD Klaten dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) menggelar reses masa sidang 1 Tahun 2026 – 2027. Tentunya reses ini merupakan sarana komunikasi penyampaian aspirasi, pengaduan dan usulan dari warga masyarakat kepada anggota dewan. Kegiatan ini digelar di balai desa Karanglo, kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten pada Sabtu malam ( 24/10/2026 ).

Ratusan orang hadir dalam kegiatan reses tersebut yang dihadiri diantaranya Pemdes desa Karanglo, tokoh dari berbagai elemen , warga masyarakat, serta undangan lainnya.

Suasana penuh keakraban tampak mewarnai acara reses pada malam itu, selain serap aspirasi kegiatan reses juga merupakan media silaturahmi dan bertatap muka secara langsung antara anggota dewan dan warga masyarakat.

Pada reses kali ini Yudi Kusnandar fokus pada penyampaian program – program pemerintah yang harus dikerjakan didaerah serta memberikan sosialisasi terkait hal – hal yang tidak boleh diusulkan. Memberikan pengertian atau pemahaman supaya bisa dimengerti oleh warga masyarakat.

Baca Juga  Meriahkan Harlah Ke-28 PKB, Cak Imin Ikut Lari 5K di PKB Run dan Dorong Tradisi Olahraga ke Daerah

 

 

” Masyarakat harus usul yang sejalan dengan program pemerintah, ada hal yang tidak boleh diusulkan seperti sound sistem, tratak ( tenda atap sementara ). Itu harus kita sampaikan supaya tidak ada salah persepsi di masyarakat, saya fokuskan di desa saya Karanglo ini agar membuat situasi yang kondusif dalam rangka menjelang pemilihan kepala desa”, ujar Yudi Kusnandar.

Yudi Kusnandar tidak ingin menjelang pemilihan PILKADES desa Karanglo yang sudah beberapa kali melakukan pemilihan yang aman, nyaman, tentram dan damai berubah menjadi panas.

” Bukan hanya saya ya, semua warga pasti menginginkan situasi yang adem ayem, tentrem terkait PILKADES. Reses ini saya juga menyerap aspirasi warga, usulannya apa, dan apa yang bisa saya bantu, tidak hanya program pembangunan, misalnya ada program pemerintah ada yang bisa bawa, untuk kita usulkan saya persilahkan semua untuk disampaikan “, jelasnya.

Baca Juga  35 Personel Gabungan dan Warga Bergerak Padamkan Api Karhutla Darupono.

Untuk tahun 2027 Yudi Kusnandar  menekankan pentingnya Program Kelompok Wanita Tani ( KWT ), KWT merupakan wadah perempuan di pedesaan yang berfokus pada bidang pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Kelompok Wanita Tani ( KWT ) Merupakan organisasi non formal yang terdiri dari kumpulan perempuan ( warga, istri petani, atau buruh tani ) yang memiliki visi bersama untuk mengelola kegiatan pertanian, peternakan , perikanan , hingga pengelolaan hasil tani.

Adapun tujuan utama Kelompok Wanita Tani antara lain :

* Ketahanan Pangan : memanfaatkan lahan pekarangan , tanah tidur, atau sistem urban farming ( seperti Hidroponik dan Polybag ) untuk menanam sayur, buah dan tanaman obat Keluarga.

* Pemberdayaan Ekonomi : Mengolah hasil panen mentah ( seperti singkong, cabai , atau sayuran ) menjadi produk bernilai jual tinggi ( kripik, sambal kemasan dan olahan lainnya ).

* Peningkatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan : Saling berbagi ilmu ketrampilan , serta memasarkan produk bersama untuk menambah pendapatan keluarga.

Baca Juga  Berikan Kepastian Akses Bantuan Hukum, Lapas Klaten Gelar Sosialisasi Bagi Warga Binaan

* Sinergi Program Sosial : Kerap dilibatkan dalam program pemerintah seperti penyediaan bahan pangan untuk pencegahan stunting.

Menurut Yudi Kusnandar,  meskipun di desa sudah ada BUMDES akan tetapi pemberdayaan tetap harus terus dilakukan sehingga masyarakat semakin produktif.

” Program dari pemerintah yang mau digenjotkan ketahanan pangan yaitu melalui KWT ini, KWT ini dibawah naungan Kelompok Tani. Kelompok Wanita Tani bisa membuat kelompok KWT yang membidangi , kelompok Perkebunan, Kelompok Peternakan dan semacamnya itulah”, jelas Yudi Kusnandar .

 

 

Dengan berjalannya pelaksanaan Program Kelompok Wanita Tani ( KWT ) diharapkan memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kemandirian perempuan, menjaga ketersediaan pangan yang sehat, segar dan bergizi.

Menambah pemasukan rumah tangga melalui penjualan panen segar dan produk olahan bernilai jual tinggi. Serta menjadikan perempuan tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga , tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan kemandirian desa.