TOMBAKRAKYAT.COM,KARANGANYAR – Astana Giribangun, komplek pemakaman keluarga Suharto yang berada di dukuh Dengkeng, Girilayu Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar nampak sumringah. Suasana syukur dan kebahagiaan terpancar dari wajah para pedagang asongan dan masyarakat sekitar . Paguyuban pedagang asongan setempat menggelar acara tasyakuran sebagai ungkapan rasa terima kasih atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua Republik Indonesia, Bapak Soeharto, bertepatan hari pahlawan 10 Nopember yang baru lalu. Acara tasyakuran yang berlangsung sederhana namun khidmat ini diadakan di salah satu sudut area parkir Astana Giribangun. (Rabu,19/11/2025).
Puluhan pedagang asongan yang tergabung dalam paguyuban hadir mengenakan pakaian batik, menambah kesan formal namun tetap akrab. Tumpeng nasi kuning menjadi simbol utama dalam acara ini, dikelilingi oleh berbagai jajanan pasar tradisional yang menjadi ciri khas dagangan mereka. “Kami sangat bersyukur dan bahagia atas gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Bapak Soeharto,” ujar salah satu pedagang asongan, ibu Sutiyah. “Kami berjualan di sini sudah puluhan tahun. Dari hasil berjualan ini, kami bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Dengan gelar Pahlawan Nasional ini, kami berharap akan semakin banyak peziarah yang datang, sehingga rezeki kami juga semakin lancar.”
Keberadaan Astana Giribangun sebagai kompleks makam keluarga Soeharto memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang asongan. Setiap hari, ratusan hingga ribuan peziarah datang dari berbagai daerah, yang secara tidak langsung meningkatkan pendapatan mereka.
“Bagi kami, beliau bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga sosok yang sangat peduli dengan rakyat kecil seperti kami. Dulu, saat beliau masih ada, kami merasa sangat diperhatikan.” kata bapak Sukir, pengelola Astana Giribanguna.
Acara tasyakuran ini juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang tokoh agama setempat. Dalam doanya, para pedagang memohon agar almarhum Soeharto diberikan tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta memohon keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Pak Sukri, yang kemudian diberikan kepada perwakilan pedagang senior sebagai bentuk penghormatan. Suasana semakin meriah dengan lantunan musik gamelan yang mengiringi acara ramah tamah.
Para pedagang asongan terlihat sangat antusias dan bersemangat dalam acara tasyakuran ini. Mereka berharap, dengan gelar Pahlawan Nasional yang telah diberikan kepada Soeharto, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama dapat terus dilestarikan di tengah masyarakat.
Acara tasyakuran ini menjadi bukti bahwa di tengah berbagai opini yang berbeda mengenai sosok Soeharto, masih banyak masyarakat yang merasakan dampak positif dari kepemimpinannya, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidupnya di sekitar Astana Giribangun.












