INTERNASIONAL

Wapres Venezuela Tuntut Pembebasan Maduro dan Istri, Tuduh AS Lakukan Penculikan Brutal

111
×

Wapres Venezuela Tuntut Pembebasan Maduro dan Istri, Tuduh AS Lakukan Penculikan Brutal

Sebarkan artikel ini

(Foto koleksi Photograph: X)

TOMBAKRAKYAT.com CARACAS – Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, menyampaikan tuntutan keras kepada Amerika Serikat agar segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Pernyataan tersebut disampaikan Rodríguez dalam sesi Dewan Pertahanan Nasional yang disiarkan langsung televisi pemerintah Venezuela, VTV, Minggu (4/1/2026).

“Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores,” tegas Rodríguez. Ia menegaskan bahwa Maduro adalah “satu-satunya Presiden Venezuela yang sah.”

Rodríguez menggambarkan penangkapan Maduro sebagai bentuk penculikan oleh Amerika Serikat, sekaligus menyebutnya sebagai agresi terbuka terhadap kedaulatan Venezuela. Ia juga mengumumkan bahwa pemerintah akan mengeluarkan dekrit keadaan darurat eksternal, yang akan diajukan ke Mahkamah Agung Venezuela untuk mendapatkan validasi hukum.

Baca Juga  Aprilia Eka Putri Lumbantungkup: Puteri Batak Juara Dunia Kick Boxing

Dalam pidatonya, Rodríguez menyerukan kesiapsiagaan nasional dan mengajak seluruh rakyat Venezuela untuk tidak tinggal diam.

“Kami menyerukan pembelaan kehidupan. Tidak seorang pun warga Venezuela, baik pria maupun wanita, boleh berdiam diri, karena para ekstremis yang telah memprovokasi agresi bersenjata ini terhadap negara kita akan dihukum oleh sejarah dan keadilan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Rodríguez juga mendesak negara-negara Amerika Latin agar menyatakan dukungan terbuka kepada Venezuela. Menurutnya, apa yang terjadi terhadap negaranya dapat menimpa negara mana pun.

Baca Juga  Birutė Mary Galdikas Telah Tiada, Orang Utan Kalimantan Kehilangan Ibu Rimbanya

“Kami menyerukan kepada rakyat tanah air kita untuk tetap bersatu, karena apa yang dilakukan terhadap Venezuela dapat dilakukan terhadap siapa pun,” kata Rodríguez.

“Penggunaan kekerasan brutal untuk membengkokkan kehendak rakyat dapat dilakukan di negara mana pun.”

Pernyataan keras Rodríguez ini bertolak belakang dengan klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebelumnya, Trump menyatakan dalam konferensi pers di Florida bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah berkomunikasi dengan Rodríguez dan mengklaim adanya kesediaan kerja sama dalam fase baru pemerintahan Venezuela.

“Ada seorang wakil presiden yang diangkat oleh Maduro; saat ini dia adalah wakil presiden. Saya membayangkan bahwa presiden baru saja mengambil alih kekuasaan. Dia telah berbicara dengan Marco. Dia berkata, ‘Kami akan melakukan apa pun yang Anda butuhkan.’ Saya pikir dia cukup sopan. Kita akan melakukan ini dengan benar,” kata Trump.

Baca Juga  “Mens Rea” Panji Pragiwaksono : Spesial Komedi Indonesia Pertama Tembus Netflix Global

Sementara itu, Washington membenarkan tindakan terhadap Maduro dan Cilia Flores dengan alasan keterlibatan dalam terorisme narkoba, perdagangan narkotika, serta kejahatan lintas negara lainnya. Tuduhan tersebut secara tegas ditolak oleh pemerintah Venezuela.

Sumber: detik.com

(Baca: Wapres Venezuela Tuntut Pembebasan Maduro-Istri, Sentil AS Penculik Brutal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *