BERITAINTERNASIONAL

Mimpi Gadis Desa yang Berakhir Duka: Susi Yanti Sinaga Diduga Korban Scam di Kamboja

119
×

Mimpi Gadis Desa yang Berakhir Duka: Susi Yanti Sinaga Diduga Korban Scam di Kamboja

Sebarkan artikel ini

SIAK, TOMBAKRAKYAT.com – Sebuah rumah sederhana di Desa Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, kini diselimuti duka yang dalam. Di rumah itulah keluarga Johanes Sinaga menunggu sesuatu yang tak kunjung datang: kepulangan putri mereka, Susi Yanti br. Sinaga.

Susi, gadis kelahiran 2003, berangkat merantau dengan mimpi yang sederhana namun mulia—membantu orang tuanya keluar dari kesulitan ekonomi. Seperti banyak anak muda di desa, ia percaya bahwa bekerja di luar negeri adalah jalan cepat untuk memperbaiki kehidupan keluarga.
Namun mimpi itu justru menyeretnya ke dalam pusaran yang diduga berkaitan dengan jaringan perdagangan orang dan industri penipuan daring lintas negara.

 

Berangkat ke Malaysia, Berakhir di Kamboja

Kepada keluarganya, Susi berpamitan akan bekerja di Malaysia. Kesempatan kerja itu datang melalui seorang kenalan bernama Bram Silitonga. Pada 12 Desember 2025, ia berangkat dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dengan harapan besar.
“Kalau sudah sampai, kabari ya, Nak. Jaga diri baik-baik,” pesan ayahnya, Johanes Sinaga, sebelum keberangkatan.
Beberapa hari kemudian, Susi memang menelepon keluarga. Ia mengatakan telah sampai dengan selamat. Bahkan dalam salah satu panggilan video, ia sempat memperlihatkan sejumlah uang dolar yang disebut sebagai hasil kerjanya.

Namun seiring waktu, komunikasi mulai terasa tidak wajar. Keluarga hanya bisa menerima panggilan dari Susi, tetapi setiap kali mencoba menelepon balik, nomor tersebut tidak dapat dihubungi.
Pola komunikasi seperti ini dikenal luas dalam banyak kasus pekerja migran yang diduga berada di bawah pengawasan ketat jaringan penipuan daring di Asia Tenggara.

Baca Juga  Natal dan Jelang Tahun Baru Masyarakat Hendaknya Jaga Kondusifitas dan Kerukunan

Kecurigaan keluarga semakin besar ketika kemudian diketahui bahwa Susi sebenarnya tidak berada di Malaysia, melainkan di Phnom Penh, Kamboja.

 

Diduga Terjebak di Lingkaran Industri Scam

Dalam beberapa tahun terakhir, Kamboja—khususnya Phnom Penh dan sejumlah kawasan ekonomi khusus—disebut dalam berbagai laporan internasional sebagai lokasi berkembangnya industri penipuan daring (online scam) yang memanfaatkan tenaga kerja dari berbagai negara Asia.
Banyak korban direkrut dengan janji pekerjaan legal di luar negeri, tetapi setelah tiba mereka diduga dipaksa bekerja dalam operasi penipuan digital yang menargetkan korban di berbagai negara.

Mereka yang menolak bekerja sering dilaporkan mengalami tekanan, penyiksaan, atau penahanan paspor.
Belum ada konfirmasi resmi apakah Susi menjadi korban langsung praktik tersebut. Namun sejumlah indikasi yang dialami keluarga menunjukkan pola yang serupa dengan banyak kasus eksploitasi tenaga kerja dalam jaringan scam lintas negara.

 

Permintaan Uang Rp90 Juta

Kondisi menjadi semakin mencurigakan ketika Bram menghubungi keluarga dan mengabarkan bahwa Susi jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Ia meminta keluarga mengirimkan uang untuk biaya pengobatan.
Dalam kondisi panik, keluarga berusaha mencari dana. Mereka meminjam dari kerabat dan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit hingga terkirim sekitar Rp90 juta.
Namun hingga kini belum ada penjelasan yang transparan mengenai penggunaan dana tersebut.

Baca Juga  Rumah Inovasi Jateng Siap diluncurkan Pada 2026 ,BRIDA : Pusat Riset Inklusif

 

Kondisi Susi di Rumah Sakit

Foto dan video yang diterima keluarga memperlihatkan kondisi Susi yang sangat memprihatinkan. Ia tampak terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan selang medis terpasang di hidung dan mulut.
Tubuhnya terlihat kurus, wajahnya pucat, dan nyaris tak lagi menunjukkan tanda-tanda kekuatan.

Pemerintah melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau menerima laporan dari keluarga dan mulai melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja.
Namun upaya itu datang terlambat.
Pada Minggu pagi, 8 Maret 2026, setelah beberapa hari menjalani perawatan kritis di ruang ICU Rumah Sakit Khmer Soviet Friendship di Phnom Penh, Susi Yanti Sinaga dinyatakan meninggal dunia.

 

Jenazah Tertahan, Biaya Membengkak

Tragedi itu tidak berhenti pada kematian Susi. Hingga kini jenazahnya masih berada di Kamboja dan belum dapat dipulangkan ke Indonesia.
Biaya rumah sakit dan proses pemulangan jenazah disebut mencapai sekitar Rp300 juta—jumlah yang hampir mustahil dipenuhi oleh keluarga sederhana di Desa Rawang Kao.

Baca Juga  Seorang Pengedar Obat Keras tanpa izin di Amankan Satuan Polresta Cirebon

Sementara itu, keluarga masih menunggu kejelasan tentang bagaimana Susi bisa berakhir di Kamboja, siapa yang bertanggung jawab atas perekrutannya, dan apakah ia merupakan korban dari jaringan perdagangan orang yang memasok tenaga kerja ke industri scam di kawasan tersebut.

 

Seruan Bantuan dan Penyelidikan

Keluarga kini hanya memiliki satu harapan: memulangkan jenazah Susi agar dapat dimakamkan secara layak di tanah kelahirannya.
Mereka juga berharap pemerintah Indonesia dapat mengusut secara serius jaringan perekrutan yang membawa Susi ke luar negeri.

Kasus ini kembali menyoroti ancaman serius perdagangan orang berkedok pekerjaan luar negeri yang semakin marak di Asia Tenggara.

Jika tidak ditangani secara serius, tragedi seperti yang menimpa Susi Yanti Sinaga berpotensi terus berulang—menjadikan mimpi anak-anak desa untuk memperbaiki nasib justru berakhir dalam lingkaran eksploitasi lintas negara.

Bantuan untuk pemulangan jenazah Susi dapat disalurkan melalui rekening Bank Mandiri 108-00-1384-1078 atas nama Johanes Sinaga.

Bagi keluarga, setelah semua penderitaan yang terjadi, satu-satunya harapan yang tersisa hanyalah satu: membawa Susi pulang ke rumah—agar ia bisa dimakamkan dengan layak di kampung halamannya, di tanah tempat ia dulu tumbuh, bermimpi, dan dicintai.
(IAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *