BERITA

Banjir Meluas di Sukoharjo–Kartasura, Ratusan Warga Mengungsi dan Fasilitas Umum Terdampak

201
×

Banjir Meluas di Sukoharjo–Kartasura, Ratusan Warga Mengungsi dan Fasilitas Umum Terdampak

Sebarkan artikel ini
Banjir Meluas di Sukoharjo–Kartasura, Ratusan Warga Mengungsi dan Fasilitas Umum Terdampak ( Foto: Istimewa )
Banjir Meluas di Sukoharjo–Kartasura, Ratusan Warga Mengungsi dan Fasilitas Umum Terdampak ( Foto: Istimewa )

SOLORAYA, TOMBAKRAKYAT.com —  Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukoharjo dan sekitarnya sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari, 14–15 April 2026, memicu banjir di sejumlah desa. Peristiwa yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga 04.00 WIB ini menyebabkan ratusan warga terdampak dan sebagian harus mengungsi.

Di wilayah Desa Makamhaji, Kartasura, banjir merendam permukiman warga. Meski demikian, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi air.

Situasi lebih parah terjadi di Desa Manang, Kecamatan Baki. Luapan Kali Mranggen akibat hujan deras menyebabkan air masuk ke rumah warga hingga merendam Kantor Desa. Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) atau 85 jiwa terpaksa mengungsi di beberapa titik, antara lain masjid, ruko, dan rumah warga.

Baca Juga  How to Create a BetVictor Account: Step-by-Step

Banjir juga melanda Desa Gentan, Kecamatan Baki, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Sejumlah wilayah seperti Dukuh Ngemplak, Jetis, Widoro, hingga Griya Yasa terdampak. Pengungsian dipusatkan di Kantor Desa Gentan, sementara satu bayi dan satu lansia telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Selain itu, banjir dilaporkan terjadi di sejumlah desa lain di Kecamatan Baki, seperti Bakipandeyan, Menuran, dan Jetis. Di wilayah Grogol, dampak banjir bahkan lebih luas, meliputi Desa Langenharjo, Madegondo, Sanggrahan, Kwarasan, Gedangan, Cemani, hingga Banaran.

Baca Juga  MELAWAN BANALITAS MEDIA

Di Desa Langenharjo, banjir dipicu oleh meluapnya Kali Pepe serta tidak mampunya saluran air di depan RS Dr. Oen menampung debit air. Sebanyak 6 KK atau 22 jiwa mengungsi di dua titik pengungsian. Genangan air juga terjadi di Simpang Pandawa Solo Baru, mengganggu aktivitas lalu lintas.

Sementara itu, di Desa Sanggrahan, banjir diperparah oleh tergerusnya tanggul Kali Kembang yang menyebabkan air meluas hingga ke desa-desa lain. Luapan sungai juga berdampak ke Desa Kwarasan dan Jetis.

Beberapa wilayah lain mengalami genangan, seperti Dukuh Gatak, Desa Klaseman (dengan ketinggian air mencapai 30 cm), Desa Kagokan, hingga Desa Blimbing. Di Blimbing, sedikitnya 8 rumah terdampak dan dilakukan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kendaraan mogok. Genangan juga dilaporkan terjadi di jalur SPBU Luwang hingga Stasiun Gawok.

Baca Juga  Percepat Digitalisasi Desa, Digides Audiensi Bersama DPMD Kabupaten Ponorogo.

Tak hanya permukiman, sejumlah fasilitas umum turut terdampak banjir, di antaranya SMP Negeri 1 Gatak, SMP Negeri 2 Gatak, dan SMP Negeri 1 Baki.

Berdasarkan data sementara, total sebanyak 70 KK terdampak banjir dengan jumlah pengungsi mencapai sekitar 250 jiwa.

Hingga saat ini, warga bersama aparat setempat masih melakukan penanganan darurat dan pemantauan debit air. Sementara itu, kebutuhan logistik dan penanganan lanjutan bagi para pengungsi menjadi perhatian utama di tengah potensi hujan susulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *