KOTA PEKALONGAN, TOMBAKRAKYAT.com ~ Kamis (25/12/2025) Selama libur Natal yang penuh kemeriahan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan tetap menunjukkan geliat aktivitas dengan proses lelang yang berlangsung terus-menerus. Kondisi ini tidak terlepas dari kehadiran kapal penangkap ikan besar yang kembali membongkar muatan setelah masa penangkapan yang panjang di lautan.
Kebanyakan kapal yang mendarat di pelabuhan TPI Pekalongan merupakan jenis Purse Sein berukuran lebih dari 30 Gross Ton (GT). Kapal-kapal ini dikenal memiliki jarak jelajah yang luas dan seringkali melaut selama lebih dari 7 bulan hingga 1 tahun, menjelajahi perairan hingga wilayah timur seperti Rembang dan Tuban bahkan sampai ujung Indonesia. Meskipun menghadapi tantangan seperti pendangkalan sungai dan aturan pajak pascaproduksi sebesar 10 persen, aktivitas bongkar muat tetap berjalan, dengan rata-rata 3 hingga 5 kapal besar yang membongkar setiap hari terutama saat musim bulan gelap.

Proses lelang di TPI Pekalongan juga memiliki ciri khas tersendiri, di mana hasil tangkapan dari kapal Purse Sein biasanya diambil oleh kapal kolektif khusus secara berkala, sebelum kemudian dilelang kepada pembeli. Jenis ikan yang dominan masuk ke TPI saat ini antara lain ikan tongkol, layang, kembung dan ikan banyar, dengan harga yang bervariasi tergantung pada ketersediaan di pasar.
Meskipun terjadi penurunan produksi akibat beberapa faktor, kepala TPI Kota Pekalongan tetap optimistis terhadap keberlangsungan aktivitas di lokasi tersebut, terutama dengan rencana pengajuan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelelangan yang diharapkan dapat mempercepat transaksi dan menarik lebih banyak kapal dari daerah lain. Dengan demikian, TPI Pekalongan tetap menjadi tulang punggung perekonomian nelayan dan penyedia ikan bagi masyarakat selama libur Natal dan masa mendatan












