BERITA

Peresmian SPPG Yayasan Bina Generasi Anak Bangsa Purworejo Resmi Digelar

276
×

Peresmian SPPG Yayasan Bina Generasi Anak Bangsa Purworejo Resmi Digelar

Sebarkan artikel ini

TombakRakyat.com, – Purworejo – Yayasan Bina Generasi Anak Bangsa secara resmi meresmikan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang berlokasi di Dapur SPPG Gowong, Dusun Godangsari RT 02 RW 02, Desa Gowong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, pada hari ini. Peresmian tersebut menjadi wujud komitmen yayasan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi anak dan generasi muda.

Dalam operasionalnya, SPPG ini bekerja sama dengan berbagai pihak serta melibatkan masyarakat sekitar, termasuk dalam penyediaan pasokan sayur-mayur dan bahan pangan lainnya, guna memastikan bahan makanan tetap segar dan kualitas gizi terjaga.

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak dan masyarakat sekitar, termasuk dalam penyediaan pasokan sayur-mayur dan bahan pangan lainnya agar kesegaran bahan dan kualitas gizi tetap terjaga,” ujar Kepala Dapur SPPG, Mukhsinun.

Wilayah Kecamatan Bruno yang didominasi medan terjal dan pegunungan, dengan sebagian akses yang sulit dilalui kendaraan roda empat, menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian makanan. Untuk itu, pihak yayasan telah menyiapkan armada motor yang dimodifikasi sesuai standar, lengkap dengan box pengangkut makanan. Armada ini digunakan untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat dilalui mobil, seperti Plipiran dan sejumlah wilayah lain di Kecamatan Bruno.

Baca Juga  Kejagung Ungkap Trend Korupsi Dana Desa Meningkat Signifikan. FORMADES: Kuncinya, Maksimalkan Peran Aktif Masyarakat.

Meski berada di kawasan yang dikenal rawan longsor, pihak yayasan menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Lokasi dapur SPPG dibangun di zona yang dinilai paling aman, diperkuat dengan bronjong penahan tanah, serta telah mengantongi rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi lingkungan hidup terkait. Selain itu, SPPG ini juga tercatat sebagai satu-satunya dapur MBG di Kabupaten Purworejo yang sedang mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), meskipun proses perizinannya masih berjalan.

Baca Juga  Pokmas Gelar Sosialisasi Pembangunan Kelurahan, Bahas Peran LKK hingga Alur Infrastruktur
Image original dok Tr 4/1/26 ketua dan Bendahara dapur MBG gowong

“Lokasi dapur kami bangun di zona yang paling aman, diperkuat bronjong, dan telah mengantongi rekomendasi dari BNPB serta instansi lingkungan hidup. Saat ini kami juga sedang dal moam proses pengurusan IMB,” ujar Bendahara Yayasan Bina Generasi Anak Bangsa, Fauzi Ozreng.

Keberadaan SPPG ini tidak hanya berfokus pada pelayanan gizi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 50 orang tenaga kerja direkrut dari warga setempat, dengan dua orang petugas khusus dari yayasan yang ditugaskan untuk mendukung operasional dapur.

“Sebanyak 50 orang pekerja kami rekrut dari masyarakat sekitar, dan dari yayasan kami menugaskan dua orang khusus untuk mendukung operasional dapur,” kata Fauzi.

Program SPPG ini menargetkan penerima manfaat dari 26 sekolah. Untuk menjaga kualitas sajian makanan, yayasan menghadirkan koki bersertifikat dari Pemalang serta tenaga ahli gizi dari Magetan, Jawa Timur, mengingat keterbatasan tenaga ahli gizi di Purworejo.

Baca Juga  Tolak MBG! Tolak KDMP!: Suara Mahasiswa Menguji Kemerdekaan

“Untuk menjaga kualitas masakan, kami menghadirkan koki bersertifikat dari Pemalang serta ahli gizi dari Magetan, Jawa Timur, karena ketersediaan tenaga ahli gizi di Purworejo masih terbatas,” ujar Fauzi.

Fauzi juga menjelaskan aspek teknis bangunan dapur.

“Bangunan dapur SPPG memiliki luas 20 x 20 meter atau 400 meter persegi, sesuai dengan layout standar dapur MBG, dengan luas total lahan mencapai 1.600 meter persegi,” jelasnya.

“Tanah sisa hasil pemerataan bangunan kami tempatkan di bagian belakang dapur dan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar agar tidak menumpuk. Bahkan, sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan urug oleh Koramil Bruno,” tambah Fauzi.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG, Mukhsinun, menyampaikan bahwa dapur tersebut dijadwalkan segera beroperasi.

“Insyaallah tanggal 8 Januari sudah mulai operasi,” ujar Mukhsinun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *