BERITADAERAH

Aroma Penyelewengan Dana Desa Ketahanan Pangan Kisam Kutarambe TA 2025, Pj Kepala Desa Disorot

561
×

Aroma Penyelewengan Dana Desa Ketahanan Pangan Kisam Kutarambe TA 2025, Pj Kepala Desa Disorot

Sebarkan artikel ini

Aceh Tenggara, Tombakrakyat.com, :Senin (2/6/26)  – Dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) pada anggaran ketahanan pangan tahun 2025 di Desa Kisam Kutarambe, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, kian menguat. Dugaan tersebut mencuat setelah warga menilai program ketahanan pangan yang dibiayai Dana Desa tidak berwujud dan tidak dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Sorotan warga tidak hanya tertuju pada program ketahanan pangan, tetapi juga pada alokasi dana poskamling yang dinilai hanya sebatas spanduk, serta anggaran desa binaan yang dinilai membingungkan. Nilai anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah tersebut dianggap janggal karena tidak sebanding dengan realisasi di lapangan.

Baca Juga  Pasien Kesal, Dokter RS Swasta di Kendal Dinilai Tak Disiplin Jam Praktik

Warga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah terjadi kegiatan jaga di poskamling. Bahkan, dalam kondisi darurat, pencurian masih sering terjadi. Sementara itu, program ketahanan pangan yang menyerap anggaran cukup besar dari Dana Desa tahun 2025 tidak menunjukkan hasil nyata. Warga mengaku tidak melihat adanya kegiatan yang jelas maupun manfaat langsung yang dapat dirasakan. Bahkan, beredar isu pengambilan sawah gadai yang disebut-sebut tidak melalui musyawarah dengan masyarakat.

Baca Juga  Forum Guru NTT Desak Prabowo Ambil Alih Perlindungan Guru dari Daerah ke Pusat

Berdasarkan data yang dihimpun, alokasi Dana Desa di Desa Kisam Kutarambe tergolong fantastis. Pada tahun 2025, desa tersebut menganggarkan dana ketahanan pangan sebesar Rp130.000.000. Namun, warga mengaku belum mengetahui secara jelas penggunaan anggaran lainnya.

Menurut penuturan warga Desa Kisam Kutarambe, realisasi program ketahanan pangan tahun 2025 tidak pernah terlihat secara nyata. “Pada tahun 2025 tidak nampak wujud nyata program ketahanan pangan. Tidak ada kegiatan yang jelas, tidak ada hasil yang bisa kami lihat atau rasakan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (2/2/2026).

Baca Juga  Mahasiswa Desak Revisi Statuta 2026, BEM Universitas Majalengka Soroti Dugaan Minimnya Transparansi Yayasan

Selain itu, warga juga mempertanyakan penggunaan dana desa yang dianggarkan untuk desa binaan, poskamling, dan berbagai program lainnya yang menurut mereka wajib diaudit.

Sementara itu, saat pewarta mengonfirmasi dugaan tersebut kepada oknum Kepala Desa Kisam Kutarambe melalui WhatsApp, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *