POLITIK & PEMERINTAHANDAERAH

GERAKAN MASYARAKAT SIPIL BOGOR BERSATU DESAK DUGAAN KKN DIUSUT: “TOLAK KORUPSI, SELAMATKAN UANG RAKYAT

89
×

GERAKAN MASYARAKAT SIPIL BOGOR BERSATU DESAK DUGAAN KKN DIUSUT: “TOLAK KORUPSI, SELAMATKAN UANG RAKYAT

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bogor,TombakRakyat.com— Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu memasang spanduk berisi tuntutan keras terhadap dugaan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bogor.

Spanduk tersebut secara tegas membawa pesan “Tolak KKN, Lawan Korupsi, Selamatkan Uang Rakyat”. Sejumlah sektor pemerintahan dan pelayanan publik disebut dalam materi tuntutan, mulai dari RSUD Parung, dugaan jual beli jabatan, Bappenda, Dinas Pendidikan hingga BKPSDM.

Spanduk tuntutan masyarakat

DESAK PENGUSUTAN, BUKAN SEKADAR SERUAN

Dalam tuntutannya, Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu meminta dugaan persoalan di RSUD Parung diusut, termasuk pihak-pihak yang apabila terbukti terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

Pada sektor kepegawaian, spanduk tersebut menyoroti dugaan jual beli jabatan, suap, gratifikasi dan nepotisme di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Baca Juga  PROYEK GEDUNG KDMP DESA TAJUR MANGKRAK LEBIH DARI ENAM BULAN, WARGA PERTANYAKAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA

Sementara itu, Bappenda Kabupaten Bogor diminta mendapat perhatian terkait dugaan kebocoran dan penyimpangan dalam pengelolaan pajak, potongan upah pungut serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sorotan juga diarahkan kepada Dinas Pendidikan, khususnya dugaan penyimpangan anggaran dan praktik KKN dalam pengelolaan program pengadaan barang dan jasa pendidikan.

Sedangkan terhadap BKPSDM, massa mencantumkan tuntutan pengusutan dugaan nepotisme, intervensi serta dugaan penyimpangan dalam proses mutasi, rotasi, promosi dan pengisian jabatan ASN.

PUBLIK BERHAK MENDAPAT KEJELASAN

Tuntutan tersebut pada dasarnya meminta agar dugaan-dugaan yang disampaikan tidak berhenti sebagai isu atau polemik, tetapi diverifikasi melalui mekanisme pemeriksaan dan penegakan hukum yang transparan.

Baca Juga  Polres Purworejo Bersama Forkopimda menggelar Patroli dan Pengamanan Malam Natal tahun 2025.

UU Nomor 28 Tahun 1999 secara khusus mengatur penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Regulasi tersebut masih berstatus berlaku dengan sejumlah ketentuan yang telah mengalami perubahan/pencabutan sebagian.

Sementara pemberantasan tindak pidana korupsi antara lain diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. UU tersebut menjadi salah satu dasar hukum dalam penanganan tindak pidana korupsi.

Karena itu, jika terdapat laporan atau bukti awal mengenai dugaan penyimpangan yang merugikan keuangan negara, proses klarifikasi dan pemeriksaan menjadi penting untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran administrasi, pelanggaran etik, atau bahkan tindak pidana.

Baca Juga  Pilot Baru APDESI, Tegas Dukung Penuh Asta Cipta Prabowo-Gibran
Aksi masa

JANGAN ADA YANG KEBAL HUKUM

Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu melalui spanduknya juga menyampaikan tuntutan umum:

TOLAK KORUPSI!

TOLAK KOLUSI!

TOLAK NEPOTISME!

SELAMATKAN UANG RAKYAT!

USUT TUNTAS DUGAAN KKN DI KABUPATEN BOGOR!

Pernyataan tersebut merupakan aspirasi dan tuntutan masyarakat, bukan putusan hukum. Setiap dugaan yang disebut masih harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan penegakan hukum. Pihak-pihak yang namanya atau institusinya menjadi sorotan juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi.

Kini perhatian publik tertuju pada apakah tuntutan tersebut akan direspons dengan pemeriksaan dan keterbukaan informasi, sehingga masyarakat memperoleh kejelasan mengenai benar atau tidaknya berbagai dugaan yang disuarakan.