ACEH TENGGARA, TOMBAKRAKYAT. com ~ Selasa (16/12/2025) : Di tengah gundah kita semua mengahadapi musibah banjir dan paska pemulihan akibat trauma bencana alam itu, Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhri tetap gigih berupaya memperbaiki kondisi masyarakat dan infrastruktur darurat, terutama jembatan guna dapat memperlancar arus transportasi logistik dan manusia.
Musibah banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara pada awal Desember 2025 menjadi salah satu ujian terbesar bagi kapasitas kepemimpinan daerah.
Hujan dengan intensitas tinggi selama empat hari tiga malam berturut-turut tiada henti sedetik pun menyebabkan meluapnya sejumlah aliran sungai dan menggenangi berbagai kawasan permukiman dan merobohkan 5 jembatan yang menghubungkan antar kecamatan di aceh Tenggara.

Ribuan warga terdampak, infrastruktur rusak, serta aktivitas pemerintahan dan ekonomi sempat terhenti. Namun, di tengah kondisi kritis tersebut, kegigihan dan kehadiran langsung Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhri menjadi titik balik yang tidak hanya mempercepat penanganan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah
Respons cepat dari Bupati Aceh Tenggara di Lapangan adalah bukti Kepemimpinan beliau yang responsif, di mana begitu laporan awal banjir diterima,Bupati Aceh Tenggara turun langsung ke lokasi-lokasi terparah.
Kehadiran fisik seorang kepala daerah dalam situasi krisis memiliki nilai strategis untuk memberi arahan nyata, memastikan proses evakuasi berjalan aman, serta menjadi sumber ketenangan bagi masyarakat.
Bupati Salim Fakhri meninjau daerah-daerah terparah, memastikan posko pengungsian berfungsi optimal, dan berdialog dengan warga untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak.
Langkah ini memperlihatkan pola kepemimpinan responsif, tidak hanya menunggu laporan tertulis, tetapi merespons dengan tindakan cepat dan terukur.
Selanjutnya Salim Fakhri melakukan koordinasi dengan lintas Sektor secara Efektif, terutama Forkopimda, yang menunjukkan salah satu indikator kegigihan kepemimpinan Salim Fakhri adalah kemampuannya menggerakkan seluruh perangkat daerah secara terintegrasi.












