Jakarta,TombakRakyat.com_Gelombang penyampaian aspirasi publik di ruang terbuka kembali berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Sejumlah organisasi mahasiswa bersama elemen masyarakat sipil menggelar Solidarity Campaign CFD sebagai bagian dari upaya menyampaikan pandangan, kritik, dan tuntutan terhadap berbagai isu kebijakan publik yang dinilai memerlukan perhatian pemerintah.
Menurut penyelenggara, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian aksi sebelumnya yang bertujuan menjaga ruang dialog antara masyarakat dan pemangku kebijakan. Mereka menyampaikan bahwa berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik dinilai belum memperoleh respons yang dianggap memadai, sehingga kampanye damai ini kembali digelar bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD).
Penyelenggara menyatakan bahwa peserta berasal dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, tenaga pendidik, pekerja, pelaku usaha kecil, pengemudi ojek, serta masyarakat umum. Kehadiran mereka disebut sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional.
Dalam pernyataannya, penyelenggara mengemukakan sejumlah isu yang menjadi perhatian, antara lain transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program pemerintah, efektivitas penggunaan anggaran negara, perlindungan ruang sipil dan akademik, serta pentingnya pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat.
Mereka menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan, selama dilakukan secara tertib, damai, dan menghormati hak masyarakat lainnya.

Bentuk Kegiatan
Solidarity Campaign CFD menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif, di antaranya:
1. Mimbar Bebas, sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, kritik, maupun harapan terhadap kondisi bangsa.
2. Instalasi Publik, berupa media visual yang memuat pesan, aspirasi, dan refleksi masyarakat mengenai berbagai persoalan sosial, ekonomi, hukum, dan demokrasi.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap masyarakat dapat memperoleh ruang untuk berdiskusi secara terbuka, meningkatkan kesadaran publik terhadap isu-isu kebangsaan, serta memperkuat budaya demokrasi yang menghargai kebebasan berpendapat.
Penyelenggara juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, mengedepankan dialog yang santun, serta menghormati pengguna ruang publik lainnya selama kegiatan berlangsung.
Solidarity Campaign CFD diharapkan menjadi ruang pendidikan publik yang mendorong tumbuhnya partisipasi warga dalam kehidupan demokrasi. Terlepas dari beragam pandangan mengenai kebijakan pemerintah, kegiatan ini dimaksudkan sebagai wadah penyampaian aspirasi secara damai, terbuka, dan bertanggung jawab sesuai prinsip negara demokrasi dan supremasi hukum.










